JAKARTA, Beritasatu.com – Mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengaku tak ada yang janggal dalam transfer dana kepada penyanyi Nayunda Nabila. Konon uang yang diberikan hanyalah hadiah atas nyanyian Nayunda.
Read More : 7 Film Kartun Anak dengan Keindahan Alam yang Edukatif dan Menghibur
Hal itu diungkapkan SYL pada Senin (24 Juni 2024) saat menjadi saksi Mahkota dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi Kementerian Pertanian di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono dan mantan Direktur Departemen Mesin dan Peralatan Pertanian Muhammad Hatta menjadi tersangka.
“Jadi soal Kasdi dan Hata, apakah saksi meminta agar uang yang ditulis untuk Nayunda dikirimkan ke Kasdi dan Hata?” tanya jaksa saat persidangan.
“Ya tapi itu ada hubungannya dengan nyanyian mereka dan bayarannya sangat rendah. Keluarganya mengajukan keluhan dan saya bertanya kepada Pak Cassidy apakah saya ingat dengan benar di WA, lanjut saya,” jawab SYL.
SYL pun mengaku menghubungi ibu Nayunda soal masalah gaji. Sepengetahuannya, baik Hatta maupun Kasdi melakukan transfer yang sama kepada Nayunda, namun SYL mengaku tidak mengetahui sumber uangnya.
SYL hanya menegaskan bahwa transfer tersebut untuk kepentingan lagunya. Dia mengaku tidak ada masalah pada transmisinya. – Saksi tidak memberikan uang kepada Castillo Hata untuk diberikan kepada Nayunda? tanya jaksa.
“Tidak, karena ini terkait dengan penampilan menyanyinya dan dia sedang bekerja.”
“Saya tidak keberatan dengan hasilnya,” jawab jaksa.
Read More : el Hotel Group Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
“Tetapi perlu dijelaskan agar Anda tahu bahwa pemberian ini tidak gratis dan membawa perubahan,” kata SYL.
Jelas SYL dituduh melakukan pemerasan, berpuas diri, dan TPPU. Kasus pemerasan dan gratifikasi SYL sudah disidangkan, sedangkan TPU sedang diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi.
Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi mendakwa SYL melakukan pemerasan kepada bawahan dan menerima bonus hingga 44,5 miliar rupiah selama menjabat Menteri Pertanian.
Dana puluhan miliar tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi SYL dan keluarganya. Diantaranya terungkap digunakan untuk kado undangan, pesta Nasdem, acara keagamaan, carter penerbangan, bantuan bencana alam, keperluan luar negeri, umrah, dan kurban.