Jakarta, Beritasatu.com – Erick Thohir menjadi salah satu orang yang mendatangi rumah Prabow Subiant di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan pada Senin (14/10/2024).
Read More : Menlu Retno Ungkap Negara Mitra Dagang Utama Indonesia
Pada masa pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Erick pernah menjabat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan juga Ketua Umum Federasi Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Muncul spekulasi Erick Thohir akan kembali menjadi menteri di kabinet Prabowo-Gibran. Hal ini juga didukung pernyataan pengamat politik Ujang Komaruddin.
โDari sudut pandang Pak Prabow, secara subjektif selama lima tahun Pak Erick Thohir dinilai baik dan baik, makanya diberhentikan,โ kata Ujang dalam keterangannya kepada media, Senin (14/10/2024).
Lantas seperti apa sosok Erick Thohir? Di bawah ini adalah profilnya.
Profil Erick Thohir Erick Thohir merupakan putra dari pasangan Mochammad Teddy Thohir dan Edna, lahir pada tanggal 30 Mei 1970. Erick menikah dengan Elizabeth Chandra dan dikaruniai empat orang anak yaitu Mahendra Agakhan Thohir, Makayla Amadia Thohir, Mahatma Arfala Thohir dan Magisha Afryea Tohir.
Setelah menyelesaikan wajib belajar 12 tahun, Erick melanjutkan pendidikan sarjananya di Glendale Community College di California. gelar dari California National University dan gelar master dari Universitas Brawijaya.
Read More : Toilet Meluap di Penerbangan American Airlines: Air Mengalir di Lorong Kabin Penumpang
Terlahir dari keluarga pengusaha, Erick kemudian menjadi pendiri Grup Mahaka, PT Abdi Bangsa, yang bergerak di bidang hiburan dan media pada tahun 1992. Tak lama kemudian, Republika, surat kabar umat Islam pertama, didirikan. .
Pada tahun 2007, Erick memiliki perusahaan bernama Alive Indonesia yang menyediakan layanan konsultasi untuk agensi kreatif, manajemen acara, dan aktivasi merek. Di luar dunia bisnis, Erick pernah menjabat sebagai Presiden klub sepak bola Italia Inter Milan dan DC United, klub sepak bola asal Amerika Serikat, pada 2013-2018.
Erick dan Anindya Bakrie merupakan pemegang saham mayoritas klub sepak bola Inggris Oxford United. Di Indonesia, ia juga pernah menjabat sebagai pemegang saham Persis Surakarta, Wakil Komisaris Utama Persib Bandung pada 2009 hingga 2019, dan manajer Persija Jakarta pada 1997 hingga 2000.
Erick tak pernah segan dari tahun 2015-2019 menjadi Ketua Komite Olimpiade Indonesia, tahun 2018 menjadi Ketua Komite Asian Games, tahun 2019 menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin hingga dilantik menjadi Menteri. . BUMN pada tahun yang sama. Erick diangkat menjadi CEO PSSI pada tahun 2023.