Jakarta, Beritasatu.com – Masyarakat Indonesia khususnya pengguna TikTok mungkin sudah tidak asing lagi dengan sosok Zehan Almira yang memiliki keunikan karena bertubuh kecil namun lancar dan lancar berbicara.
Read More : Mencicipi Rawon Iga Lawang Limo Gresik yang Memiliki Rasa Kaya Rempah
Zehan Almira atau lebih dikenal dengan Zeze tampaknya menderita penyakit langka yang menghambat pertumbuhannya.
Kondisi fisiknya yang lebih kecil dibandingkan anak seusianya disebabkan oleh penyakit genetik langka yaitu osteogenesis imperfekta.
Apa itu osteogenesis imperfekta yang dipublikasikan pada trauma ringan.
OI sering disebut sebagai penyakit tulang rapuh, dengan gejala mulai dari ringan yang hanya menyebabkan sedikit patah tulang, hingga parah dengan banyak komplikasi medis.
Biasanya, osteogenesis imperfekta disebabkan oleh perubahan atau kelainan pada gen yang bertanggung jawab dalam produksi kolagen tipe I.
Kolagen tipe I merupakan komponen penting tulang yang memberikan kekuatan. Kelainan genetik ini menyebabkan tubuh memproduksi kolagen secara tidak tepat atau dalam jumlah yang tidak mencukupi sehingga menyebabkan tulang menjadi lemah dan lebih rentan patah.
Penyakit ini tidak dapat dicegah. Selain tulang, kolagen tipe I juga ditemukan di jaringan ikat lain seperti tendon, ligamen, paru-paru, dan kulit, yang terkadang juga terpengaruh.
Read More : Aaliyah Massaid Kerap Dirujak Netizen, Fuji Minta Maaf
Gejala Osteogenesis Imperfecta Siapa pun bisa terlahir dengan osteogenesis imperfecta. Namun, seseorang yang memiliki riwayat penyakit dalam keluarga memiliki risiko lebih tinggi untuk mewarisi penyakit tersebut melalui gen abnormal yang diwarisi dari salah satu atau kedua orang tuanya.
Semua penderita osteogenesis imperfekta memiliki tulang yang lemah dan rentan. Beberapa orang mungkin hanya mengalami sedikit patah tulang selama hidupnya, sementara yang lain mungkin mengalami patah tulang yang lebih serius, termasuk yang terjadi sebelum kelahiran.
Gejala OI bisa berkisar dari ringan hingga berat, tergantung orangnya.
Gejala-gejala tersebut antara lain: Tulang panjang mudah patah pada persendiannya. Tulang belakang melengkung, gigi tidak sejajar, masalah pernapasan. Leher tulang paha melengkung ke bawah, disebut coxa. Kontraktur sendi adalah suatu kondisi di mana sendi terus-menerus berada dalam posisi bengkok atau lurus.