JAKARTA, Beritasatu.com – Mabes Polri terus berkomunikasi dengan dunia luar jelang sidang etik kasus polisi memeras WNA Malaysia berkedok tes urine di Festival Musik DWP 2024.

Read More : Vadel Badjideh Sempat Sakit di Tahanan, Kondisinya Kini Membaik

Humas Polri Brigjen Carlo Penmas Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pihak eksternal yang terlibat adalah Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia.

Kompolnas dilibatkan dalam memantau kasus tersebut. Di sisi lain, Polri yang tergabung dalam KBRI Malaysia dapat membantu menerima pengaduan warga Malaysia terkait pungli pada DWP 2024.

Bersama di luar Kompolnas sebagaimana disebutkan sebelumnya dan secara bertahap didirikan kantor melalui Komisioner Kepolisian Malaysia (Polri), lanjut Trunoyudo, Selasa (31 Desember 2024).

Truno Yudoh menegaskan, pihaknya berkomitmen mengusut kasus pemerasan yang dilakukan polisi terhadap penonton DWP. Dia menjanjikan transparansi kepada publik.

Read More : Air Europa Rute Madrid-Montevideo Turbulensi Parah, 30 Penumpang Terluka

Sebelumnya, penonton asal Malaysia pada Jakarta Warehouse Project (DWP) 2024 yang digelar di JIEXpo Kemayoran, Jakarta Pusat, dikawal polisi berkedok tes urine. Saat ini uang sebesar 2,5 miliar rupiah telah disita dalam kasus ini. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *