Jakarta, Beritasatu.com – Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin menilai perbedaan ego dan kepentingan menjadi tantangan utama yang akan dihadapi Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam membentuk klub presidensial.

Read More : Lirik Lagu Di Na Muli dari Itchyworms dan Terjemahannya

Tantangan yang harus diatasi oleh Pak Prabowo adalah menyatukan perbedaan pemikiran atau kepentingan para presiden terdahulu, kata Ujang kepada BTV, Rabu (8/5/2024).

Apalagi, kata Ujang, Presiden kelima Megawati Soekarnoputr sudah lama tidak mendampingi presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal itu dilakukan dalam kurun waktu 5 kali pemilu pada tahun 2004 hingga 2024. Sementara itu, hubungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Megawati juga memanas sejak Pilpres 2024.

Tantangannya adalah menyatukan, menyatukan masyarakat yang terpecah belah dan kecewa untuk bersatu kembali, kata Ujang.

Yang sulit adalah menyatukan ikatan kekuatan kekeluargaan sebagai pemimpin bangsa Indonesia yang disebut sejarah positif, kata Ujang.

Karena itu, Ujang menilai hal pertama yang perlu dilakukan Prabowo untuk mencapai klub presiden adalah bertemu dan bersilaturahmi dengan Megawati. Pasalnya, kata Ujang, hingga saat ini PDIP dan Megawati belum menerima secara resmi kemenangan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.

Read More : DJP Tidak Temukan Kebocoran Data NPWP

Bagaimana mereka bisa sampai ke klub presiden kalau Megawati belum mengalahkan Prabowo? Jadi, itu harus diselesaikan dulu, tegas Ujang.

Menurut Ujang, pertemuan dengan Megawati merupakan momentum penting untuk memastikan PDIP menerima kemenangan Prabowo-Gibran yang resmi diputuskan KPU dan membahas persoalan negara ke depan. Termasuk membahas pidato klub presidensial.

โ€œKarena kalau tidak dilakukan, maka kubu presiden tidak bisa dieksekusi. Mungkin Megawati tidak mau, tidak mau karena menurutnya PDIP tidak menerima kemenangan Prabowo-Gibran, meski sesuai aturan, โ€Secara konstitusional, Prabowo-Gibran sah ditetapkan sebagai pemenang pemilu berikutnya yang dibuka pada 20 Oktober 2024,โ€ pungkas Ujang.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *