Beirut, Beritasatou.com – Tentara Israel pada Minggu (13/10/2024) kembali membuat insiden dengan pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).
Read More : Disdukcapil Ingin Kurangi Warga Pendatang Lulusan SMA Merantau ke Jakarta
UNIFIL menyatakan pasukan Israel telah mengerahkan dua tank dan memasuki wilayah PBB secara paksa. Tindakan tersebut segera mendorong Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerukan penarikan pasukan PBB dari wilayah tersebut.
Tentara Israel mengaku terpaksa kembali ke pangkalan PBB karena tanknya dibakar.
Namun, pasukan penjaga perdamaian PBB menuduh pasukan Israel mendobrak gerbang dan memasuki sebuah kompleks di Lebanon selatan pada Minggu pagi. Mereka melukai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas sebagai prajurit PBB.
Lima anggota Helm Biru (pasukan PBB) telah terluka sejauh ini, sehingga memicu kecaman internasional.
โDua tank Merkava IDF (militer Israel) menghancurkan gerbang utama lokasi tersebut dan memaksa masuk ke lokasi Ramiya sebelum mengevakuasi lokasi tersebut 45 menit kemudian,โ kata UNIFIL.
Tentara Israel kemudian mengatakan bahwa tank tersebut mundur beberapa meter ke pangkalan UNIFIL dan tentara yang terluka ditembaki ketika mereka mencoba untuk pergi.
Sebelumnya, Netanyahu meminta PBB menarik pasukan penjaga perdamaian di Lebanon selatan. Permintaan Netanyahu ini muncul setelah sebelumnya ia menolak permintaan pengunduran diri dari UNIFIL.
Read More : Aksi Heroik Pemuda di Gresik Terjang Kebakaran Demi Selamatkan Ayah
โKehadiran pasukan penjaga perdamaian berdampak menjadi tameng manusia terhadap teror Hizbullah,โ kata Netanyahu.
Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan pada hari Minggu bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian bisa dianggap sebagai kejahatan perang.
UNIFIL, dengan 9.500 tentara, didirikan di Lebanon selatan sebagai hasil Resolusi Dewan Keamanan 1701 sejak lama. Isi resolusi DK PBB memutuskan untuk mengerahkan tentara Lebanon dan pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan.
Tiga tentara Lebanon terluka setelah tentara Israel menembaki kendaraan militer di daerah Marjayoun, kata tentara negara itu.