Bekasi, Beritasatu.com – Dua pemuda bersaudara, Muhammad Azril Ramazani (5) dan Muhammad Hafiz Akhtar (3) tenggelam saat bermain di sekitar Kali Bekasi, Gang Angsana, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur pada Kamis. 1/2025).

Read More : AHY Calonkan Diri Lagi sebagai Ketua Umum pada Kongres Demokrat 2025

Orang tua Korban Winda mengatakan, kedua anaknya berpamitan sambil bermain-main di rumah. Dia memperingatkan mereka untuk tidak bermain jauh. Namun tak lama kemudian Winda menyadari bahwa kedua anaknya sudah tidak ada lagi.

“Tadi pagi mereka bilang hanya main-main di depan rumah yang mereka sewa. Saya ingatkan mereka untuk tidak ke lapangan. Mereka bilang iya, tapi setelah itu saya tidak mendengar suaranya lagi,” kata Winda.

Winda mulai panik saat tidak menemukan anak-anaknya di taman bermain biasanya. Terakhir, di tepian Kali Bekasi, ia melihat dua pasang sandal dan satu baju anak. Melihat hal tersebut, Vinda langsung meminta bantuan warga sekitar untuk mencari kedua anaknya.

Pak RW kemudian memanggil tim SAR, tambah Winda.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Damkar dan BPBD Kota Bekasi langsung dikerahkan untuk mencari saudara-saudara yang tenggelam di Sungai Bekasi dengan menggunakan perahu karet. Setelah dilakukan pencarian intensif, satu jenazah korban ditemukan di dahan pohon sekitar satu kilometer dari lokasi tenggelam.

Read More : Final Conference League, Mendilibar Ingin Tularkan Sukses Sevilla ke Olympiakos

Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan korban terjepit di antara dahan. Kondisinya sudah tidak bernyawa, kata Danton Rescue C Disdamkarmat Kota Bekasi, Rahmat.

Jenazah korban tenggelam yang ditemukan di Sungai Bekasi akan dimakamkan di Tegal, Jawa Tengah, tempat keluarga tersebut dilahirkan. Sementara tim SAR akan melanjutkan pencarian korban lainnya keesokan harinya.

Kasus tragis kakak beradik tenggelam di Sungai Bekasi ini menjadi peringatan bagi para orang tua untuk selalu mengawasi aktivitas anaknya, terutama saat bermain di dekat tempat berbahaya seperti sungai atau aliran sungai. Otoritas setempat juga disarankan untuk memperkuat keamanan dan memasang rambu peringatan di kawasan berbahaya untuk mencegah kejadian serupa.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *