New York, Beritasatu.com – Saham-saham Wall Street menguat pada Jumat (8/9/2024) setelah mengalami aksi jual tajam di awal pekan, sehingga pelemahan pekan ini tidak terlalu dalam.

Read More : MA Bangladesh Bersidang Bahas Sistem Kuota Pekerjaan yang Memicu Kerusuhan

S&P 500 naik 0,47% menjadi 5.344, Nasdaq Composite bertambah 0,51% menjadi 16.745 dan Dow Jones Industrial Average naik 51 poin (0,13%) menjadi 39.497.

Sejauh minggu ini, S&P 500 hanya turun 0,04%, Jones Dow turun 0,6%, dan Nasdaq turun 0,18%.

Minggu ini adalah minggu paling fluktuatif di tahun 2024. Dow Jones turun 1.000 poin pada Senin (05/08/2024) dan S&P 500 turun 3%, hari terburuk sejak 2022.

Alasan utama aksi jual saham adalah data penggajian AS yang mengecewakan dari minggu sebelumnya dan kekhawatiran bahwa Federal Reserve (Fed) lambat dalam menurunkan suku bunga.

Namun Wall Street mengalami rebound pada Kamis (8/8/2024), didorong oleh meningkatnya klaim pengangguran mingguan, meredakan kekhawatiran investor terhadap perekonomian AS.

Read More : 4 Hari Rob Rendam 11 RT di Muara Angke

S&P 500 naik 2,3% pada hari Kamis di hari terbaiknya sejak November 2022, sementara Dow Jones melonjak 683 poin dan Nasdaq Composite hampir 2,9%.

Bukan hanya pasar saham yang mengalami minggu yang bergejolak, dengan imbal hasil Treasury 10-tahun sempat turun di bawah 3,70% sebelum rebound ke 4% pada hari Kamis. Imbal hasil obligasi ini diperdagangkan sekitar 3,94% pada hari Jumat.

โ€œAktivitas perdagangan yang bergejolak terjadi ketika tidak banyak informasi dan musim pendapatan mulai berakhir,โ€ kata CEO Infrastructure Capital Advisors Jay Hatfield, menurut laporan CNBC International.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *