Jakarta, Beritasatu.com – Dokter estetika dan ahli gizi, Dr. Hariani berbagi pandangannya tentang manfaat terapi sel induk dalam menunda proses penuaan. Seiring bertambahnya usia, banyak sel-sel dalam tubuh yang mengalami kerusakan atau malfungsi, sehingga terapi sel diharapkan mampu memperbaiki dan meregenerasi sel-sel yang rusak tersebut, ujarnya.

Read More : Salurkan Zakat Infak Sedekah Triwulan II 2025, Wagub Sumut: Baznas Berperan Bangun Daerah

“Seiring bertambahnya usia dan menjalani gaya hidup tidak sehat, banyak sel yang melemah dan rusak. Nah, sel memperbaiki sel-sel yang rusak tersebut,” ujarnya kepada media di Penn Resto. Jakarta Selatan, Senin (29/7/2024).

Hariani menambahkan, terapi sel induk sangat dianjurkan karena sel induk mempunyai kekuatan dan struktur unik yang memungkinkannya menyembuhkan dan memperbaiki sel yang rusak. 

Menurutnya, sel-sel tersebut memiliki kemampuan regeneratif yang tinggi sehingga menjadi pilihan efektif dalam berbagai perawatan medis dan kecantikan.

“Stem cell ini unik dan kuat karena dapat berdiferensiasi menjadi semua jenis sel di tubuh kita, dan kebetulan tipe Kalbe termasuk tipe yang aman,” jelasnya.

Meski sel induk diserap ke seluruh tubuh selama proses transplantasi, Hariani menjelaskan suntikan sel induk diberikan di area yang memerlukan perbaikan. Oleh karena itu, kami berharap terapi ini dapat memberikan hasil yang lebih baik dan efektif.

Read More : Harga Cabai Sempat Naik, Prabowo: Jangan Terlalu Banyak Makan Pedas

“Kemudian penyuntikannya dilakukan di tempat yang dibutuhkan stem cellnya. Kita suntikkan secara lokal, kalaupun diserap ke seluruh tubuh, misalnya kita oleskan di bagian yang ada kerutan. Jadi lima kali lebih muda, jelas Hariani.

Ia juga menekankan bahwa sel induk memiliki banyak manfaat, terutama dari segi kecantikan dan vitalitas. Terapi ini tidak hanya memungkinkan untuk memperbaiki kerusakan sel, tetapi juga menunda proses penuaan serta meningkatkan penampilan dan kesehatan.

Atau untuk nyawa laki-laki, disuntik secara lokal, di sekitar organ vital, kemudian bisa juga di area akupunktur, tutupnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *