Jakarta, Beritasatu.com – Pengusaha Harvey Moyse menceritakan pengalamannya memarahi istrinya, artis Sandra Dewey, saat membeli kalung. Sandra Devi disebut-sebut menganggap pembelian perhiasan yang dilakukan Harvey hanya membuang-buang uang.
Read More : Pemerintah Siapkan Aturan Sanksi ASN yang Terlibat Judi Online
Hal itu diungkapkan Harvey saat melontarkan keterangannya saat mendakwa PT Timah Tbk karena diduga mengoperasikan sistem tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) tahun 2015 hingga 2022, Senin (21/2022). 10/2024). Salah satu saksi yang dihadirkan adalah istrinya Sandra Devi. Harvey sendiri menjadi tergugat dalam gugatan tersebut.
Komisi awalnya mengusut tudingan Sandra Dewi terkait 141 perhiasan yang disita jaksa terkait kasus dugaan korupsi di bidang administrasi industri timah. Sandra kemudian mengungkapkan bahwa salah satunya dibeli oleh Harvey Moyce sebelum mereka menikah.
“Ada satu. Sebelum menikah,” kata Sandra Dewi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (21/10/2024).
“Yang? Yang?” – tanya hakim.
“Itu kalung, Tiffany.” Kunci. “Hanya sekali,” jawab Sandra Devi.
Harvey pun membenarkan pembelian kalung tersebut. Namun baik Harvey maupun Sandra Dewey mengaku sudah tidak memiliki bukti pembeliannya. Namun Harvey menceritakan pengalamannya dimarahi Sandra Dewey karena membeli kalung.
“Jadi saya membelinya lalu mengeluhkannya. Dia bilang kenapa saya harus membeli ini? “Dia bisa mendapatkannya secara gratis, dia tidak menyia-nyiakan uangnya,” kata Yang Mulia, kata Harvey Moyse.
Read More : Projo: Pembentukan KIM Plus Bukan untuk Transaksi Kabinet atau Penjegalan Calon di Pilgub Jakarta
Di sisi lain, panel menyarankan agar bukti pembelian kalung tersebut ditunjukkan saat mengajukan pengakuan bersalah atau pembelaan Harvey Moyse. Hakim mengatakan data yang terkait dengan pembelian tersebut dapat ditelusuri kembali ke toko tempat pembelian tersebut.
“Kalau butuh bukti, buktinya sudah hilang, pergi ke toko. Apakah ini benar atau tidak? Saat Anda pergi ke toko, pasti ada informasi tempat membelinya. Jika tidak, toko akan membawanya ke sini, kan?” kata hakim.
Selain itu, komisi mempertanyakan asal usul sisa 140 perhiasan yang disita. Sandra Devi mengatakan hal ini salah satunya disebabkan oleh iklan.
“Dari saya Yang Mulia Sandra Dewi Emas 71 iklan. “Itu ada dalam kontrak enam tahun saya,” kata Sandra Devy.