Karaang, Beritasatu.com – Korban ledakan PT Monochem Suria Titanium Smelter di Karaang yang sebelumnya mendapat perawatan intensif di rumah sakit karena luka bakar parah, tidak selamat. Akibat ledakan tersebut, dua orang mengalami luka bakar 80%.
Read More : ASTRA Infra Sustainability Fest 2024, Kreativitas Berbalut Inklusivitas
Jenazah kedua pekerja tersebut akan dibawa kembali ke kampung halamannya di Barbus dan Paklongan untuk dimakamkan.
Keluarga pekerja berinisial Y dan L menangis di RS Premiya Karwangi Jawa Barat saat mengetahui anggota keluarganya tak bisa disia-siakan.
Korban ledakan pabrik peleburan titanium di Karwang meninggal dunia pada Selasa (17/12/2024) sore setelah dirawat sejak Senin (16/12/2024). Sebelumnya, almarhum bersama tiga rekannya mengalami kecelakaan saat pabrik peleburan titanium milik perusahaannya meledak pada Senin pagi.
Manajemen perusahaan tempat korban bekerja bersama keluarga korban dan rekan kerja menguburkan jenazah di tanah kelahirannya di Jawa Tengah.
Read More : Tanah Bergerak di Purworejo Rusak 7 Rumah Warga
Adi, mertua L yang sudah meninggal, berkata dengan suara sedih bahwa itu sudah kehendak Allah. “Upaya medis sudah maksimal. Kami hanya bisa mendoakan kesembuhan menantu saya, tapi Tuhan berkehendak lain. Semoga saja status mendiang diterima.” Salah satu korban ledakan pabrik peleburan titanium Karaang.