Jakarta, Beritasatu.com – Rencana penambahan jumlah departemen di bawah pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menjadi isu politik terkini yang meresahkan pembaca Beritasatu.com. Menurut Wakil Sekretaris Jenderal (Vasekjen) Partai Gerindra Andri Rahmad Vijaya, penambahan departemen seiring dengan kebutuhan Prabow-Gibran dalam menjalankan pemerintahan.

Read More : Pencarian Pendaki Asal Jakarta yang jatuh di Gunung Rinjani Terhambat Cuaca dan Medan Sulit

Isu politik lainnya adalah kepemimpinan sementara pemimpin Korea Utara pada tahun 2024 hingga 2029. Semua akan diumumkan oleh KPU dan kemudian diumumkan oleh Sekretaris Jenderal Sementara Korea Utara sebelum sidang paripurna pengambilan sumpah di Majelis Umum, Gedung DPR, Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta. , Selasa (1/10/2024).

Berikut lima isu politik baru yang dirangkum Beritasatu.com pada Senin (30/9/2024), Selasa (1/10/2024).

1. Prabow menambah jumlah menteri, Gerendra: sesuai kebutuhan geografis

Wakil Sekretaris Jenderal (Vasekjen) Partai Gerindra Andri Rahmad Wijaya menanggapi rencana Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menambah jumlah kementerian di pemerintahan. Dalam rencana ini, jumlah departemen dan organisasi mencapai 44.

Menurut Andy, penambahan jumlah departemen ini seiring dengan kebutuhan Prabow-Gibran dalam menjalankan pemerintahan. Hal ini untuk memastikan bahwa semua program yang dijanjikan sejak dirilis adalah baik.

Andy (Senin, 30/9/2024) mengatakan dalam wawancara di saluran BTV: “Program yang dikembangkan didasarkan pada kebutuhan dalam negeri dan dapat menjangkau tanah air dengan cepat.” .

2. Guru Besar Ilmu Politik BRIN Ungkap Minimnya Resistensi Parpol Besar

Peneliti Utama dan Guru Besar Ilmu Politik Lembaga Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Siti Zukhro menilai situasi pasca pemilu 2024 sudah bergerak ke arah membangun organisasi besar tanpa oposisi. Selain itu, Aliansi Progresif Indonesia (KIM) juga didirikan.

“Dengan terbentuknya kabinet baru dan Aliansi Progresif Indonesia (KIM), hampir tidak ada oposisi,” ujarnya kepada Beritasatu.com, Senin (30/9/2024).  

Menurut analis politik senior ini, pemerintahan tanpa oposisi tidaklah sehat dari sudut pandang demokrasi. Jika kebijakan pemerintahan baru baik dan tidak merugikan, pasti tidak akan terjadi kekacauan di masyarakat.

3.

Korea Utara memberikan peluang untuk melaksanakan kebijakan dan program pemerintahan Prabowo Subianto sesuai visi dan misi selama periode 2019-2024.

Read More : Rudal Yaman Targetkan Israel, Api Berkobar di Kota Yerusalem

Presiden Korea Utara Puan Maharani menegaskan Korea Utara telah menyelesaikan anggarannya untuk tahun 2019-2024 di tengah transisi dari pemerintahan saat ini ke pemerintahan alternatif.

“Chaosian juga akan memberikan peluang bagi pemerintahan masa depan untuk lebih menyelaraskan kebijakan dan programnya dengan visi dan misi pemerintah masa depan,” jelasnya di ruang konferensi. Membangun Indonesia di masa depan. , Senayan, Jakarta, Senin (30/9/2024).

4. Partai Nasdaq mendukung amandemen UUD 1945 dengan 5 syarat tersebut.

Nasdaq MPR mendorong seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk memperdebatkan konstitusi masa depan agar dapat dipahami dan dilaksanakan. Nasdim tidak ingin perdebatan konstitusi hanya menjadi perdebatan antar politisi.

Hanya di kalangan politisi yang berkuasa, tapi harus dikonstruksi, dibicarakan di tempat berbeda, dan dibicarakan bersama, termasuk gagasan amandemen, kata Taufiq Basari atau Tobas, Ketua Nasdim MPR, dalam Pidato Publik dan Laporan Aksi. Kelompok Nasdem MPR “Masa Depan Keinginan Berdaulat Rakyat dan Supremasi Hukum dalam Konstitusi “Indonesia” Senin (30/9/2024), Menteng, Jakarta di Aula DPP Nasdem.

Menurut Tobas, Nassim sepakat untuk melakukan amandemen UUD 1945 ke depannya. Namun, kata dia, amandemen tersebut mengharuskan Nasdim memenuhi lima syarat yang diutarakan dalam rapat paripurna MPR beberapa waktu lalu.

5. Demikianlah pedoman sementara Majelis Umum tentang rekrutmen wakil legislatif Korea Utara periode 2024-2029.

Kepemimpinan Korea Utara, yang terdiri dari anggota junior dan senior parlemen Korea Utara, akan memimpin periode sementara dari tahun 2024 hingga 2029. Semua akan diumumkan oleh KPU dan kemudian diumumkan oleh Sekretaris Jenderal Sementara Korea Utara sebelum sidang paripurna pengambilan sumpah di Majelis Umum, Gedung DPR, Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta. , Selasa (1/10/2024).

Sekretaris Jenderal Korea Utara Indra Iskandar mengatakan organisasinya akan menunjuk Annisa Desmond Mahesa dari Partai Gerendra sebagai pemimpin junior partai dan Guntur Sassoon dari Partai Demokrat sebagai anggota senior Korea Utara.

“Orangnya (nama anak Anisa) yang akan memimpin kursi kepresidenan Guntur (anggota Chaoxian yang paling banyak dipilih),” ujarnya saat dihubungi wartawan, Senin (30/9/2024).

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *