JAKARTA, Beritas2.com – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengungkap alasan banyaknya penumpang yang diperbolehkan mudik saat Lebaran. Pernyataan itu disampaikan menyusul adanya laporan kendaraan ilegal yang terlibat kecelakaan maut yang terjadi di Km 58 Tol Jakarta-Sikampek.

Read More : Elon Musk dan Presiden Jokowi Akan Resmikan Starlink di Bali

Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pembangunan Daerah MTI Pusat Joko Setizwarno mengatakan, hal ini disebabkan minimnya transportasi antar daerah. Saat ini banyak permintaan dari daerah untuk mundur dari kota

โ€œPergerakan ilegal itu tercipta karena banyaknya warga di kampung tersebut. Oleh karena itu, berikan angkutan terlebih dahulu,โ€ kata Joko kepada Jakarta, Beritasatu.com, Rabu (17/4/2024).

Joko berpendapat salah satu cara untuk mengurangi lalu lintas ilegal adalah dengan memperbaiki sistem transportasi pusat, seperti di Jakarta. Menurutnya, Trans-Jakarta sejauh ini merupakan sistem transportasi umum yang paling penting.

“Proyek Trans-Jakarta mencakup 88% wilayah Jakarta. Nah, itu harusnya dilakukan secara lokal. Mereka (masyarakat) bilang kepada kami, kalau mau kemana-mana, tidak ada mobil. “Kalau semuanya ya, maka pemerintah punya kemauan baru untuk memulai perencanaannya,โ€ tegas Joko.

Read More : Ratu Sofya Pastikan Cornelio Sunny Beragama Islam

Joko menilai pemerintah harus memperluas jaringan Bus Antar Kota (AKAP) hingga ke seluruh pelosok daerah. Dia mencatat, tidak semua bus AKAP tersedia di semua wilayah.

Oleh karena itu, ia berharap jika lebaran 2024 dievaluasi sedemikian rupa agar kecelakaan yang terjadi pada tahun ini tidak terulang kembali, pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kedua hal tersebut.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *