Jakarta, Beritasatu.com – Dalam menjalankan pemerintahan, Firaun dibantu oleh para pembantunya dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan yang tidak adil. Siapa saja menteri yang membantu Firaun?

Read More : Laporkan Dewas KPK, Nurul Ghufron Akan Dapat Surat Perkembangan Penyelidikan dari Mabes Pori

Sejarah Para Nabi Allah karya Ahmad Bahjat menjelaskan bahwa masyarakat Mesir pada hakikatnya adalah masyarakat yang beradab ketika Mesir kuno diperintah oleh keluarga para firaun hingga mereka mengaku sebagai wakil Tuhan. Mereka terlibat dalam pembangunan peradaban dan memiliki kecenderungan keagamaan yang kuat. Oleh karena itu, ada kemungkinan kelompok masyarakat Mesir meyakini bahwa firaun bukanlah Tuhan. 

Namun karena mendapat tantangan keras dari firaun yang tidak ingin rakyatnya menaati makhluk selain dirinya, banyak warga Mesir saat itu yang terpaksa menyembunyikan agamanya. Pada zaman Nabi Musa, kekuasaan absolut firaun sebenarnya didukung oleh oligarki yang berkuasa.

Salah satu kekuatan firaun dalam mempertahankan kekuasaannya adalah caranya mempertahankan oligarki. Pejabat negara kemudian menjadi rekan Firaun. 

Mereka adalah Haman dan Qarun. Haman adalah menteri pembangunan sekaligus penasihat raja (khususnya di bidang keagamaan) dan komandan utama proyek pembangunan menara. Kisah Haman bahkan diabadikan dalam Alquran. Allah berfirman dalam surat Al-Qashash ayat 8:

Tuhan memberkatimu خَاطِئِينَ

Read More : Diwarnai Isu Intervensi Firli, KPK Fokus Buktikan Kasus Hasto

“Inna Firauna wa Hamana wa junudahuma kaanuu khaathi’in”.

Artinya, “Firaun dan Haman serta pasukannyalah yang patut disalahkan.”

Sedangkan Qarun adalah orang kaya yang menjadi simbol oligarki yang mendukung kebijakan kejam Fir’aun dan menindas rakyat.  

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *