Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Brazil pada Senin (6/1/2024) mengumumkan bahwa Indonesia telah resmi menjadi anggota BRICS. Pencalonan Indonesia untuk bergabung dengan BRICS telah didukung oleh para pemimpin aliansi tersebut sejak Agustus 2023.
Read More : One Championship: Joshua Pacio Jadikan Cedera sebagai Motivasi Jelang Laga di Qatar
Presiden Kadin Indonesia Arsjad Rashid menyambut positif keanggotaan ini sebagai momen bersejarah yang mempertegas posisi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi global.
โKeanggotaan ini membuka peluang besar untuk memperluas kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi antara Indonesia dan negara-negara BRICS, sekaligus mendukung pertumbuhan berkelanjutan,โ kata Arsjad, Selasa (7/1/2025).
Menurut Arsjad, menjadi bagian dari BRICS tidak hanya memberikan peluang, tetapi juga tanggung jawab baru, terutama dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat.
Kadin Indonesia meyakini dengan sinergi yang erat antara pemerintah dan dunia usaha, keanggotaan ini akan memperkuat landasan perekonomian, mendorong inovasi, dan menciptakan lapangan kerja baru. Hal ini juga merupakan peluang besar untuk membawa perekonomian Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.
BRICS dibentuk pada tahun 2009 oleh Brazil, Rusia, India dan Tiongkok, kemudian Afrika Selatan bergabung pada tahun 2010. Blok ini memperluas keanggotaannya tahun lalu dengan menerima Iran, Ethiopia, Mesir dan Uni Emirat Arab.
Read More : Kepanikan Fanny Ghassani Saat Dilarung dengan Kain Kafan
Blok ekonomi ini awalnya dibentuk sebagai penyeimbang Kelompok Tujuh (G-7). BRICS juga menjadi simbol negara berkembang yang akan mendominasi perekonomian dunia setelah tahun 2050.
Masuknya Indonesia menjadi anggota BRICS diyakini akan membuat aliansi ini semakin berpengaruh dalam menentukan arah kebijakan perekonomian dunia.