Jakarta, Beritasatu.com – Belakangan ini masyarakat dihebohkan dengan ditemukannya kandungan natrium dehidroasetat pada produk roti Okko yang tidak sesuai dengan yang tertera pada kemasan.

Read More : Gelar Ramp Check Jelang Nataru 2025, Dishub Kota Bekasi Minta Pemilik Bus Copot Klakson Telolet

Sodium dehydroacetate merupakan bahan pengawet makanan yang dilarang oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Penggunaan senyawa ini dapat membahayakan kesehatan, termasuk risiko kerusakan organ seperti hati dan ginjal jika dikonsumsi berlebihan.

Apa itu natrium dehidroasetat? Sodium dehydroacetate (SDHA) adalah garam natrium dari asam dehydroacetic dan pengawet makanan modern yang muncul setelah benzoat, paraben, dan sorbat. Senyawa ini menghambat pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri, ragi, dan jamur, sehingga sering digunakan dalam pembuatan kue dan kembang gula untuk meningkatkan stabilitas dan memperpanjang umur makanan.

Sodium dehydroacetate dapat ditambahkan langsung ke makanan atau dicampur dengan bahan lain. Selain itu, campuran ini dapat dijadikan larutan untuk menyerap, menyebarkan, atau mengolah makanan, tergantung jenis makanan yang digunakan.

Sifat antimikroba natrium dehidroasetat membantu menghambat aktivitas ragi dalam adonan roti, yang pada gilirannya memperpanjang waktu fermentasi yang diperlukan agar roti bisa mengembang.

BPOM belum mempersiapkan dan menyelenggarakan perkemahan ini karena belum ada kajian mendalam dan keamanannya di Indonesia, sehingga BPOM tidak bisa menjamin kegunaan pemberian ini pada makanan.

Bagaimana jika Anda pernah menggunakan natrium dehidroasetat? Jika Anda pernah mengonsumsi roti yang mengandung natrium dehidroasetat, berikut langkah yang disarankan BPOM untuk memastikan kesehatan dan keselamatan Anda.

1. Segera hentikan makan dan hentikan konsumsi semua produk yang mengandung natrium dehidroasetat. Periksa label makanan yang Anda miliki untuk memastikan tidak mengandung bahan ini. Pencegahan adalah langkah awal untuk mencegah paparan lebih lanjut.

Read More : Pelaku Bullying di Pondok Pesantren Nganjuk Diamankan Polisi

2. Perhatikan gejalanya. Waspadai gejala apa pun yang muncul setelah makan, seperti mual, muntah, atau reaksi alergi seperti gatal atau ruam kulit. Jika Anda memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap bahan kimia tertentu, perhatikan kemungkinan gejalanya. Merasakan perubahan pada tubuh Anda sangat penting untuk pengobatan pertama.

3. Pergi ke rumah sakit Jika mengalami gejala berat atau serius, segera hubungi petugas medis terdekat. BPOM menyarankan untuk segera mendapatkan pertolongan medis karena reaksi terhadap natrium dehidroasetat dapat terjadi dengan cepat dan memerlukan pertolongan profesional.

4. Minum air putih. Disarankan agar Anda minum banyak air. Minum banyak air dapat membantu proses detoksifikasi tubuh dengan mempermudah pembuangan zat berbahaya melalui urin. Pastikan airnya aman untuk Anda.

5. Beritahu pihak berwenang setempat Jika Anda merasa produk yang mengandung natrium dehidroasetat telah merugikan Anda, laporkan kejadian tersebut ke BPOM atau pihak berwenang setempat. Pemberitahuan ini penting untuk tindakan lebih lanjut dan pencegahan kejadian serupa di masa mendatang. Pihak berwenang dapat mengambil tindakan administratif dan administratif yang diperlukan berdasarkan laporan Anda.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *