Jakarta, Beritasatu.com – Bursa saham Asia melemah hari ini Kamis (19/12/2024) setelah indeks utama Wall Street mengalami penurunan terparah sepanjang tahun ini.
Read More : Debut 72 Menit Antony di Real Betis: Nyaris Cetak Gol, Berujung Hasil Seri
Pemicunya adalah sinyal dari Federal Reserve (FD) yang akan menurunkan suku bunga pada tahun 2025 dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Menurut perkiraan pasar, The Fed memangkas suku bunga sebesar 0,25% menjadi 4,25% hingga 4,5%. Namun, pengumuman The Fed bahwa hanya akan ada dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2025 membuat investor khawatir.
Indeks saham utama di Asia mencatatkan penurunan. Nikkei 225 di Tokyo turun 0,7% menjadi 38.806,70. Hang Seng Hong Kong turun 1 persen menjadi 19,666.12, sedangkan Shanghai Composite China turun 0,7 persen menjadi 3,357.82.
Kospi Korea Selatan turun 1,5% menjadi 2,447.17 dan S&P/ASX 200 Australia turun 1,9% menjadi 8,153.80.
Read More : Program Sejuta Rumah hingga Juli 2024 Capai 617.622 Unit
Sebelum saham Asia melemah hari ini, indeks S&P 500 turun 178,45 poin menjadi 5.872,16 pada Rabu (18/12/2024). Dow Jones Industrial Average turun 1,123.03 menjadi 42,326.87 dan Nasdaq Composite turun 716.37 menjadi 19,392.69.