JAKARTA, Beritasatu.com – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) membuka seleksi calon pelatih teknis yang akan membawahi semua kategori: tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan campuran campuran.
Read More : Kesaksian Pilu Korban Kecelakaan Tol Ciawi: Suami Saya Keluar Mobil, Sekarang Dia Tidak Ada Lagi
PB PBSI telah mengeluarkan seruan nominasi guru dalam dan luar negeri.
Seleksi umum guru Pelatnas PBSI akan dimulai pada 3 Desember dan dijadwalkan berakhir pada 17 Desember 2024. Calon akan melalui proses seleksi, wawancara, dan evaluasi oleh ahli independen.
Menurut Sekjen PP PBSI Ricky A Soebagdja, perekrutan pelatih masuk dalam rencana kepengurusan baru karena berkaitan dengan kontrak kerja jangka pendek pelatih yang ada saat ini untuk persiapan kompetisi tahun depan.
Padahal, peran pelatih dikatakan sangat penting, termasuk penyusunan rencana permainan jangka panjang dan pembuatan rencana permainan.
“Kami berharap semuanya bisa dimulai dengan baik. Apalagi kontrak pelatih saat ini akan berakhir pada akhir Desember, dan Malaysia Open 2025 akan dimulai pada 7 Januari 2025,” kata Rickey.
Oleh karena itu, PBSI melakukan proses seleksi terbuka termasuk regulator independen, kata Ricky. “Selanjutnya tujuan kinerja beserta hak dan tanggung jawab masing-masing individu akan dituangkan dalam perjanjian profesional,” jelas Ricky.
Menurut Ricky, para guru penanggung jawab Pelatnas PBSI juga bisa mengikuti seleksi untuk bergabung dan menjadi bagian kepengurusan PP PBSI 2024-2028.
Read More : Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Gelandang Timnas Jepang Kaishu Sano Diciduk Polisi
“Kami memulai halaman baru dengan awal yang bersih. Semua kandidat diperlakukan sama dan akan mengikuti proses seleksi yang sama. Ricky menambahkan, “Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk meningkatkan transparansi dan keahlian.”
Direktur Pengembangan Kinerja Pelatnas Eng Hian mengatakan PP PBSI mengawali tradisi baru dengan melakukan seleksi terbuka guru Pelatnas Nasional Cipayung.
Selain mendorong pemahaman dan penanganan yang benar, proses ini membuka akses bagi praktisi yang tidak terafiliasi dengan PP PBSI.
“Pekerjaan ke depan akan lebih sulit dan persaingan akan ketat, sehingga kita membutuhkan guru yang telah melakukan proses dengan baik sejak awal dan menandatangani kontrak yang jelas. Saya pikir ini akan memberikan kesempatan kepada para guru untuk tetap tenang dan fokus pada tugas mereka. kinerja para pemainnya,” ujarnya.
Terkait kemungkinan pelatih asing ikut serta, bagi Eng Hian hal ini tidak bisa dihindari karena bulu tangkis sudah menjadi olahraga global.