Jakarta, Beritasatu.com – Sekretaris Dewan Agung Partai Demokrat Andi Mallararangeng menilai pentingnya memiliki satu partai besar sebagai oposisi di pemerintahan baru untuk menerapkan mekanisme checks and balances dalam kebijakan publik.
Read More : Bareskrim Panggil Notaris Terlapor di Kasus Pemalsuan Akta RUPSLB Bank Sumsel Babel
“Kehadiran oposisi diperlukan. Tanpa itu, demokrasi tidak bisa memiliki sistem checks and balances yang memadai,” kata Andi Mallararangeng dalam diskusi online bertajuk “Demokrasi Tanpa Oposisi” di Jakarta, Sabtu (5 Mei 2024).
Namun, dia mengatakan partainya telah mengundang Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk menentukan partai mana yang akan diundang ke pemerintahan. Diketahui, Prabovo sebelumnya pernah berkomunikasi langsung dengan Partai Prabovo-Gibran – Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang tidak tergabung dalam koalisi pada Pilpres 2024.
Ada indikasi Partai Keadilan Progresif (PKS) akan bergabung dengan pemerintahan bersama Prabowo, sedangkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum memutuskan apakah akan menjadi oposisi atau bergabung dengan pemerintah.
Andi menjelaskan, perluasan koalisi pemerintahan perlu dilakukan karena berdasarkan hasil pemilu 2024, empat parpol koalisi “Indonesia Progresif” pendukung Prabowo-Gibran hanya memperoleh 40% suara.
Namun, dia mencatat, masuknya satu partai politik ke dalam pemerintahan sudah cukup untuk meraih dukungan mayoritas di parlemen, yakni lebih dari 50 persen.
“Sekali lagi, terserah Pak Prabowo mau mengundang satu, dua, atau tiga partai di parlemen. Namun sepertinya tidak semuanya perlu,” ujarnya.
Read More : Tren Berbagi Takjil Cuman Fomo Semata?
Andi Mallararang mengatakan, situasi seperti ini tidak akan terulang kembali ketika ada partai politik yang menduduki pemerintahan, melainkan bertindak sebagai oposisi.
“Seharusnya tidak begitu. Jadi kalau di pemerintahan ya harusnya di pemerintahan,” ujarnya.
Untuk itu, Andi menilai konsistensi menjadi pertimbangan penting bagi partai politik yang bergabung dalam koalisi progresif Indonesia.
“Partai Demokrat selalu konsisten, mari kita bersatu sampai akhir masa jabatan. Jangan setengah-setengah dan berubah,” imbuhnya.