JAKARTA, Beritasatu.com – Indeks Harga Saham Terintegrasi (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan Selasa (23/4/2024). IHSG disebut sedang mengalami diversifikasi dan konsolidasi antara 7.000 hingga 7.130.
Read More : Menaker Soroti Masalah Outsourcing, Respons Arahan Prabowo
Pakar keuangan Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih menjelaskan sentimen yang akan memperkuat IHSG adalah Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar $4,47 miliar pada Maret 2024.
โPeningkatan ini lebih tinggi dibandingkan bulan lalu yang sebesar $0,83 miliar,โ ujarnya merujuk surveinya Selasa (23/4/2024).
Sementara itu, neraca perdagangan di luar migas menunjukkan surplus sebesar $6,51 miliar yang ditopang oleh ekspor barang-barang seperti logam mulia dan perhiasan, batu bara, besi dan baja, serta bahan kimia.
Secara keseluruhan, Indonesia mengalami surplus perdagangan selama 47 bulan berturut-turut. Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati publikasi hasil keuangan khususnya bank-bank besar pada kuartal I 2024.
Sementara itu, pelaku pasar di luar negeri mencermati indeks konsumen AS akhir pekan ini, seperti Indeks Sentimen Konsumen (PCE) dan Sentimen Konsumen Michigan.
Publikasi ini mencerminkan keadaan perekonomian AS dan tingkat inflasi.
Selanjutnya, Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) kembali menetapkan kebijakan moneter tambahan dari Asia pada April 2024 dengan suku bunga acuan (LPR) satu tahun untuk sisanya sebesar 3,45% untuk pinjaman korporasi dan rumah tangga.
Di bawah ini Anda akan menemukan saham-saham pilihan Ajaib Sekuritas
ACE
Beli: 945TP: 975Stop Loss: <900
Melanjutkan kebangkitan ACES yang membentuk tertinggi dan terendah. Pergi ke atas MA (5,20,100). Indikator stochastic crossover di wilayah tengah mengindikasikan masih terdapat ruang untuk kenaikan.
Read More : PHE ONWJ Lepas Anjungan Baru Ramah Lingkungan ke Pesisir Laut Jawa, Komitmen Tingkatkan Produksi
ACES menargetkan peningkatan SSSG sebesar 7% pada tahun 2024 dengan target pendapatan sebesar 10%. Sementara itu, sentimen Ramadhan dan Idul Fitri menjadi pendorong positif bagi sektor ritel. Sebab, konsumsi nasional mengalami peningkatan pada periode tersebut yang tercermin dari IKK Maret 2024 pada level optimistis sebesar 123,8.
CTRA
Beli: 1,115TP: 1,150Hentikan kerugian: <1,075
CTRA berpotensi membalikkan penurunan jangka pendek dan membentuk candlestick berputar di area support. Indikator stochastic berada di area oversold dan mengalami sinyal pemulihan.
Pada tahun 2024, CTRA menargetkan pasar Rp 11,1 triliun. Sementara itu, omzet pasarnya akan mencapai Rp 10,2 triliun pada tahun 2023, dengan sektor real estate menyumbang 80% omzet pasar CTRA, sekaligus meningkat sebesar 26% year-on-year.
BMI
Beli: 6,725TP: 6,950Stop loss: <6,500
BMRI sedang dalam tren naik signifikan di atas MA (100). Potensi pemulihan dari penurunan jangka pendek membentuk titik terendah. Indikator stochastic masih berlanjut dan bergerak ke atas yang mengindikasikan adanya pemulihan.
BMRI mencatatkan kenaikan pertumbuhan kredit (loan growth) sebesar 19% YoY pada triwulan II tahun 2024 (Februari 2024). Pertumbuhan kredit BMRI mengungguli bank-bank besar lainnya dan melampaui pertumbuhan kredit nasional pada Februari 2024 sebesar 11,28% YoY. Akibat pertumbuhan kredit tersebut, pendapatan bunga (interest income) meningkat 14% year-on-year menjadi Rp 17,16 triliun.