Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tengah menyusun peta jalan hilirisasi 28 komoditas utama di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Roslan Roslani pada acara Investor Daily Round Table di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta Selatan pada Jumat (29/11/2024).
Read More : AstraPay Bidik 10.000 Pengguna Baru di Semesta Berpesta 2024
Menurut Rosen, hilirisasi akan dilakukan pada 8 sektor industri besar yaitu mineral, batu bara, minyak bumi, gas alam, kelautan, perikanan, perkebunan, dan kehutanan.
“Kami telah memetakan tidak hanya objeknya, tetapi juga berapa banyak cadangan yang ada di dunia,” kata Rosen. “Kami juga telah memetakan lokasi teknologi maju di dunia, serta seluruh wilayah dan provinsi.”
Meski demikian, Rosen mengakui masih banyak keterbatasan terutama dari sisi teknologi, sumber daya manusia (SDM) dan pendanaan.
“Dari 28 item itu akan kita batasi berdasarkan skala prioritasnya. Dalam menetapkan prioritasnya kita harus melihat industri mana yang memiliki cadangan terbesar,” ujarnya.
Rosen mencontohkan keberhasilan hilirisasi nikel yang mengalami pertumbuhan pesat. Indonesia yang memiliki cadangan nikel nomor satu dunia sebesar 27%, kini berhasil meningkatkan kontribusinya hingga lebih dari 40%.
Read More : PHK Meningkat, Apindo Dorong Penciptaan Lapangan Kerja Baru
Ia juga mencontohkan dampak signifikan hilirisasi terhadap nilai tambah, produktivitas, dan penciptaan lapangan kerja.
“Dulu ekspor nikel sebelum nilai tambah hanya berkisar $3-4 miliar pada 2013 hingga 2015. Sekarang setelah hilirisasi, ekspor nikel mencapai sekitar $33 miliar. Ini salah satu contohnya.” banyak hikmahnya, tapi kami optimis,” pungkas Rosen.