Jakarta, Beritasatu.com – Telur asin Desa Sujung, Kabupaten Serang memang menjadi favorit sejak lama. Di balik kelezatannya terdapat kisah sukses inisiatif Cluster Telur Asin Abinisa yang berlokasi di Desa Sujung.
Read More : Laba Bersih Petrindo Jaya Melesat 380%
Klaster ini berhasil meningkatkan kapasitas usaha masyarakat dan memperkuat kerja sama antar pelaku usaha. Berkat klaster ini, produsen telur asin kini bisa menghasilkan produk dengan kualitas lebih baik dan jumlah lebih banyak. Selain itu, mereka mempunyai akses pasar yang lebih luas, baik lokal maupun nasional. Hal ini tentu saja berdampak positif terhadap pendapatan dan kesejahteraan warga Desa Sujung.
Cluster ini berdiri sejak tahun 2018, awalnya perusahaan fokus pada produksi telur asin. Namun setelah setahun beroperasi, usaha ini mengembangkan produk baru yaitu egg roll. Selain telur gulung, toko ini juga menawarkan produk unggulan lainnya seperti telur asin dan telur asin omega.
Awalnya hanya dijual di wilayah Kabupaten Serang, berkat kualitas produk yang terjaga dan inovasi yang terus menerus berhasil membuat usaha ini menembus pasar lokal. Saat ini penjualan produk mayoritas dilakukan secara online melalui berbagai platform e-commerce. Atas prestasi yang diraih, Klaster Usaha Desa Sujung berhasil diundang BRI untuk mengikuti Pekan Kemerdekaan Cemerlang 2024 yang digelar di Kantor Pusat BRI Jakarta Pusat.
Salah satu kunci suksesnya adalah menjaga kualitas produk secara berkelanjutan. Pemanfaatan kepala udang sebagai pakan bebek merupakan suatu inovasi yang membedakan produk manufaktur dengan produk sejenis. Namun ketersediaan bahan baku kepala udang terkadang menjadi tantangan. Saat ini klaster usaha pembenihan Abinisa memiliki omzet bulanan sebesar Rp 100 juta.
“Ketersediaan bahan baku udang menjadi tantangan bagi usaha kami,” kata Susi Rahwati, pemilik UMKM Abinisa.
“Kami mendapatkan kepala udang dari pemasok, namun terkadang terjadi keterlambatan pengiriman sehingga dapat mengganggu produksi,” ujarnya.
Selain pembiayaan, BRI juga memberikan bantuan kepada klaster usaha.
“BRI sering melakukan pembinaan atau pendampingan kepada sekelompok UKM,” tambah Susi.
Read More : Industri Bir Terpukul, Laba Bersih Delta Djakarta (DLTA) Anjlok Sepanjang 2023
Berkat dukungan BRI, bisnis ini dapat mengembangkan usahanya dan memperluas pasarnya. Selain dukungan finansial, BRI juga memberikan pelatihan yang sangat bermanfaat untuk pengembangan bisnis, seperti pelatihan pemasaran digital dan pengembangan produk.
Pemberdayaan Klaster Usaha sendiri merupakan pemberdayaan kelompok-kelompok usaha yang dibentuk berdasarkan kegiatan serupa di suatu daerah untuk menciptakan kedekatan dan kedekatan dalam pengembangan dan pertumbuhan usaha anggotanya.
Hingga akhir Juli 2024, BRI memiliki 31.488 klaster usaha yang tergabung dalam program My Life My Cluster. BRI juga menyelenggarakan 2.184 pelatihan program Life Cluster.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan bahwa program Klaster My Life merupakan salah satu bentuk strategi yang mengedepankan pemberdayaan.
“Secara garis besar, Strategi Usaha Mikro BRI tahun 2024 akan fokus pada pemberdayaan pra-finance. Sebagai bank yang bergerak dengan pelaku UMKM, BRI memiliki kerangka pemberdayaan mulai dari akar rumput, integrasi hingga konektivitas,” kata Supari.