Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Rini Vidyantini mengatakan bergabungnya Indonesia menjadi anggota penuh BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) merupakan strategi pemerintah untuk memperkuat Indonesia . Suatu posisi dalam forum internasional yang memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang pada khususnya.

Read More : Kebijakan Pajak Pro Rakyat, PPN 12% Hanya untuk Barang Mewah

Keputusan ini diambil sejak awal kepemimpinan Presiden Prabowo Subanto. BRICS adalah salah satu kelompok negara berkembang yang paling seimbang. Namun Indonesia tetap menjaga keseimbangan dengan menjadi anggota forum yang terdiri dari negara maju dan berkembang, kata Rini, Selasa (7/1/2025) di kompleks Rashtrapati Bhavan.

Ia menegaskan, kehadiran Indonesia di BRICS dapat dimanfaatkan untuk melawan permasalahan negara berkembang, menjadi jembatan kepentingan dan memperdalam agenda BRICS. Rini juga mengatakan, keikutsertaan Indonesia dalam BRICS memerlukan struktur organisasi yang jelas di tingkat pemerintah.

Menurutnya, pemerintah saat ini sedang mengidentifikasi kementerian atau organisasi yang akan bertanggung jawab mengoordinasikan peran Indonesia dalam BRICS.

“Dalam struktur pemerintahan, tanggung jawab ini biasanya ada pada Kementerian Luar Negeri bersama Kementerian Keuangan atau Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Masalah ini masih dalam pembahasan,” ujarnya.

Read More : Hasil Chelsea vs Brentford: Gol Cucurella dan Jackson Bawa The Blues Kukuh di Posisi 2

Rini menegaskan, Indonesia belum wajib menyumbangkan anggaran sebagai kontribusi terhadap BRICS. Namun kemungkinan ini mungkin terjadi di masa depan. 

“Ini merupakan langkah strategis yang akan kami kelola secara hati-hati agar dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pembangunan Indonesia dan kepentingan nasional,” kata Rini.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *