Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas global sedikit meningkat pada sesi perdagangan Selasa (12 Maret 2024), didukung oleh melemahnya dolar AS dan penurunan suku bunga Pemerintah Amerika Serikat (AS). Namun, peningkatan tersebut dibatasi oleh laporan kuat mengenai pasar tenaga kerja AS. Pelaku pasar kini mencermati data perekonomian yang akan memberikan indikasi kebijakan suku bunga The Fed.
Read More : Kesepakatan Dagang AS-China Tercapai, Trump: Kemenangan Besar 2 Negara
Menurut CNBC International, pada Rabu (12 April 2024), harga emas naik 0,1% menjadi 2,643.9 USD/ounce, setelah naik 0,7% di awal sesi sebelum rilis data AS (JOLTS). Sementara itu, harga emas berjangka AS stabil di level 2,665.8 USD/ounce.
Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities, mengatakan reli harga emas global terhenti setelah data menunjukkan pemulihan di pasar tenaga kerja AS.
โData tersebut meredakan kekhawatiran mengenai kontraksi tajam di pasar tenaga kerja menjelang rilis laporan nonfarm payrolls Jumat depan,โ katanya.
Laporan pekerjaan yang positif dapat membuat The Fed lebih berhati-hati dalam menurunkan suku bunga. Investor kini menunggu laporan pekerjaan dan komentar Ketua Fed Jerome Powell yang diharapkan pada Rabu (12 April 2024), menjelang laporan pendapatan akhir pekan ini.
Saat ini, pasar membeli dengan peluang 69% penurunan 25 basis poin di bulan Desember.
Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun turun ke level terendah lebih dari satu bulan, sementara dolar AS melemah 0,2%. Situasi ini juga menjadi pendorong harga emas.
Analis di JPMorgan dan HSBC menyoroti peran emas sebagai lindung nilai di tengah gejolak global. Mereka mencatat bahwa meningkatnya ketegangan dan konflik internasional telah memperkuat keinginan untuk mempertimbangkan emas sebagai alat lindung nilai.
Read More : Pertumbuhan BYD Melambat, Saham Anjlok di Tengah Sorotan Perang Harga
Di sisi lain, kebijakan Presiden terpilih AS Donald Trump diperkirakan akan meningkatkan risiko politik yang dapat menopang harga emas pada tahun 2025.
JPMorgan memperkirakan harga emas global akan meningkat menjadi $3.000/jam pada tahun 2025, sejalan dengan permintaan fisik dan stabilitas pasar.
โPenurunan harga emas pasca pemilu disebabkan oleh faktor teknis, bukan perubahan mendasar,โ kata JPMorgan dalam laporannya.
Selain kenaikan harga emas global, harga perak naik 1,2% menjadi $30,89/ounce, sementara platinum naik 0,9% menjadi $955,25/ounce. Setelah itu, harga paladium turun 0,8% menjadi 973,50 USD/ounce.