Jakarta, Beritasatu.com – Musim hujan selalu membawa risiko lebih besar terjadinya berbagai penyakit, salah satunya Demam Berdarah Dengue (DBD). Namun apa pertolongan pertama yang harus diberikan jika Anda terkena demam berdarah?
Read More : Transfer Liga Italia: Juventus Ingin Disasi dari Chelsea untuk Perkuat Pertahanan
Penyakit demam berdarah ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes yang populasinya cenderung meningkat pada musim hujan. Lalat Aedes tumbuh subur di suhu hangat dan air tergenang.
Kolam ini merupakan tempat yang ideal bagi nyamuk untuk bertelur dan berkembang. Akibatnya, risiko penularan demam berdarah meningkat signifikan saat musim hujan.
DBD muncul dengan gejala demam tinggi yang tiba-tiba, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, dan ruam kulit. Dalam kasus ringan, pasien dapat pulih dalam beberapa hari dengan pengobatan yang tepat.
Namun jika tidak segera diobati, demam berdarah bisa menjadi lebih serius bahkan berakibat fatal. Untuk mengurangi risiko komplikasi dan mempercepat pemulihan, berikut delapan tindakan pertolongan pertama yang harus dilakukan saat terkena demam berdarah, seperti dikutip dari Mayo Clinic, Senin (6/12/2024).
1. Istirahat yang cukup. Kurangi aktivitas fisik dan fokus pada pemulihan. Istirahat yang cukup dapat membantu tubuh melawan infeksi dengan lebih efektif. Jika Anda merasa lemah atau pusing, tetaplah di tempat tidur dan hindari aktivitas berat sampai Anda merasa lebih baik.
2. Minum banyak air. Saat merasa haus, minumlah air putih sebanyak-banyaknya, minimal 8-10 gelas atau lebih dalam sehari.
Selain air putih, jus buah, sup, atau larutan rehidrasi oral dapat diminum untuk menggantikan cairan tubuh. Hindari minuman berkafein atau beralkohol, karena dapat memperparah dehidrasi.
3. Gunakan parasetamol untuk mengatasi nyeri dan demam. Ikuti petunjuk pada obat atau kemasan obat sesuai anjuran dokter.
Jangan mengonsumsi lebih dari jumlah yang dianjurkan, karena penggunaan berlebihan dapat merusak fungsi hati. Jika demam tidak kunjung turun, bicarakan dengan dokter Anda sebelum mencoba obat lain.
4. Hindari obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). NSAID dapat memperburuk kondisi pasien dengan mengencerkan darah dan menyebabkan masalah pendarahan.
5. Periksa tanda-tanda demam berdarah yang parah. Jika Anda atau seseorang yang terkena demam berdarah mengalami sakit perut yang parah, muntah terus-menerus, atau pendarahan dari gusi atau hidung, segera temui dokter.
Read More : Rektor UGM Periode 2007-2012 Prof Sudjarwadi Tutup Usia
Tanda-tanda lain yang harus diwaspadai adalah pernapasan cepat, rasa lelah yang berlebihan, atau kegelisahan yang tidak biasa. Deteksi dini gejala-gejala tersebut dapat mencegah penyakit bertambah parah.
6. Konsultasikan ke dokter Setelah gejala pertama muncul, konsultasikan ke dokter untuk memastikan diagnosis dan mendapat rekomendasi pengobatan yang sesuai.
Tes medis membantu memantau tanda-tanda vital, kadar cairan, dan kadar trombosit. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin menyarankan tes darah untuk mengetahui sejauh mana dampak penyakit pada tubuh.
7. Hindari aktivitas fisik berat selama masa pemulihan. Batasi aktivitas fisik yang meningkatkan detak jantung atau membuat tubuh Anda cepat lelah.
Usahakan istirahat dan hindari aktivitas seperti olahraga, angkat beban, atau angkat berat hingga tubuh benar-benar pulih.
8. Atur pengobatan jika diperlukan. Di rumah sakit, pasien mungkin mendapatkan cairan infus dan pemantauan tekanan darah berkala.
Jika terjadi pendarahan hebat, darah dapat didonorkan untuk menggantikan darah yang hilang. Oleh karena itu, persiapkan informasi medis atau panggilan darurat agar siap saat dibutuhkan.
Inilah delapan tindakan pertolongan pertama yang dapat Anda lakukan jika terjadi demam berdarah. Jadi cobalah melakukan hal ini untuk mencegah demam berdarah yang lebih parah.