Magelang, Beritasatu.com – Pemandangan hijau nan asri, Bukit Rhema Magelang atau lebih dikenal dengan Gereja Ayam menjadi salah satu tempat wisata unggulan di Jawa Tengah, khususnya saat libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Read More : Piala AFF 2024: Lawan Indonesia, Pelatih Laos Janjikan Penampilan Berbeda
Bangunan megah ini berdiri megah di Desa Cambangalims, Kecamatan Boroburken. Gereja Kakar yang memiliki luas 40×12 meter persegi dan tinggi kurang lebih 20 meter ini terletak di ketinggian kurang lebih 1.800 meter di atas permukaan laut. Lokasi ini memungkinkan pengunjung untuk menikmati pemandangan alam yang spektakuler, termasuk deretan pegunungan seperti Mirbabu, Merapi, Sambang, dan Suroloyo, serta Candi Borbobudur yang dapat dilihat dari jauh.
Menurut Bayu, pengelola Bukit Rima, liburan akhir tahun selalu menghasilkan peningkatan jumlah wisatawan yang signifikan.
“Sebelum libur Natal dan Tahun Baru, pengunjung berkisar antara 100 hingga 500 orang per hari. Kini jumlah tersebut meningkat menjadi 1.000 pengunjung per hari,” kata Bayu, Minggu (29/12/2024).
Daya tarik utama Bukit Rhema adalah strukturnya yang sering disebut dengan gereja mahkota ayam. Pengunjung bisa menikmati pemandangan spektakuler 360 derajat dari sini, terutama saat matahari terbit. Namun karena kawasan ini cukup sempit, wisatawan harus bergantian menikmati keindahan ini dari atas.
Meski sering disebut Gereja Ayam, Baio menjelaskan, bentuk bangunannya sebenarnya adalah burung merpati yang bermahkota, simbol cinta, perdamaian, dan kesetiaan.
“Masyarakat mengenalnya dengan sebutan Gereja Ayam karena mahkotanya mirip paruh ayam, sebenarnya bermahkota burung merpati,” tambah Bayu dari Bukit Rima atau Gereja Ayam favorit di Maglang Jawa Tengah. . – (Beritasatu.com/Priyo Budi Santoso)
Bukit Rhema dibangun sebagai tempat ibadah pada tahun 1992. Kini tempat ini memadukan wisata edukasi, wisata alam, wisata keberagaman, dan wisata kuliner. Meskipun lantai pertama dan kedua masih digunakan sebagai tempat ibadah, lantai dua menawarkan pengalaman unik, termasuk Ruang Harapan, di mana pengunjung dapat menuliskan keinginan mereka di atas kertas dan meletakkannya di papan harapan.
Read More : Polda Metro Jaya Bakal Periksa Farhat Abbas Terkait Dugaan Penistaan Agama Pendeta Gilbert
Tiket masuk Bukit Rhema hanya Rp 25.000 dan sudah termasuk makanan khas lokal berupa singkong. “Ini bagian dari program penguatan masyarakat setempat,” jelas Bayu.
Selain menyuguhkan pemandangan yang indah, Bukit Rima juga memiliki kafe dengan pilihan menu yang beragam sehingga memungkinkan pengunjung bersantap sambil menikmati panorama hijau.
“Gereja ayam ini indah sekali. Kita bisa melihat pemandangan kota Magalang 360 derajat sambil menikmati makanan di kafe yang enak banget,” kata Lonenia, pengunjung asal Tangerang.
Bagi wisatawan yang mencari tempat unik untuk menghabiskan waktu liburannya, Bukit Rima atau Gereja Ayam menawarkan perpaduan sempurna antara keindahan alam, pengalaman spiritual, dan kuliner khas yang lezat. Tak heran jika destinasi ini menjadi salah satu pilihan favorit di Magalang, terutama saat musim liburan Natal.