Jakarta, Beritasatu.com – PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dan PT Smart Telecom (ST) mengumumkan ringkasan rencana kombinasi bisnis yang dikenal dengan merger tiga perusahaan senilai US$6,5. miliar dolar (senilai Rs. 103.000.000). 

Read More : Manfaat dan Cara Menggunakan Smart Card yang Mudahkan Para Jemaah Haji Bertransaksi

Pada Rabu (11/12/2024), perusahaan yang akan menerima merger adalah XL Axiata (EXCL), seperti dilansir Investor Daily. Nama perusahaan hasil merger tersebut adalah PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk atau XLSmart yang merupakan variasi dari nama PT XL Axiata Tbk.

Tanggal efektif merger XL Axiata Smartfren adalah 15 April 2025, demikian isi pengajuan merger.

Sedangkan ST saat ini dimiliki oleh Smartfren (FREN) dengan kepemilikan saham sebesar 99,99%, dan sisanya 0,0026% dimiliki oleh PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT Inti.

“XL akan menjadi penerima merger. Sedangkan Smartfren dan ST akan bubar secara hukum setelah merger selesai, jelas ringkasan rencana merger.

Pada tanggal 10 Desember 2024, XL, Smartfren, ST, Axiata Investments, Stellar, PT Gatemas Tunggal Sejahtera, PT Sinar Mas Tunggal dan Anchor mengadakan perjanjian merger bersyarat, yang antara lain memberikan persetujuan dan ketentuan para pihak untuk mempengaruhi merger. untuk puas dengan melakukan merger.

Read More : Kronologi Dugaan Penggelapan Warisan yang Jadi Konflik antara Ratna Sarumpaet dengan Cucu

Sebelum merger XL Axiata Smartfren, Anchor adalah pemilik manfaat utama dan pengendali XL melalui kepemilikan tidak langsung atas 100% pemegang saham mayoritas XL, Axiata Investments. Pemilik manfaat utama Stellar, Frankie Oesman, adalah administrator Smartfren bersama Vijaya. Untuk ST, Smartfren sebagai administrator dan Franky Oesman Widjaja sebagai pemilik manfaat utama.

Setelah penggabungan bisnis selesai, perusahaan pengendali merger yang bertahan adalah Anchor dan Stellar. Pemilik manfaatnya masing-masing adalah Anchor dan Franky Oesman Widjaja.

Franky Oesman Widjaja, Komisaris Telekomunikasi dan Teknologi Sinar Mas, mengatakan merger XL Axiata Smartfren merupakan upaya memberikan nilai tambah kepada seluruh pemangku kepentingan melalui konektivitas dan inovasi digital, termasuk mendukung upaya Indonesia mendorong transformasi digital.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *