Jakarta, Beritasatu.com – Hasil survei portal real estate Rumah123 edisi Juni 2024 menunjukkan Kota Tangerang selalu menjadi kota terpopuler di mata pencari hunian dengan permintaan hunian di Tangerang pada Mei 2024 dengan peningkatan sebesar 91,7 rakyat. %.

Read More : Bertahan di Zona Hijau, IHSG Naik 0,52 Persen

“Pada Mei 2024, permintaan rumah di Tangerang akan meningkat sebesar 91,7% setiap tahunnya. Permintaan rumah sewa akan meningkat sebesar 86,5% dan permintaan rumah dijual akan meningkat sebesar 97,4%. berbulan-bulan, permintaan di wilayah Tangerang mencatat tren pertumbuhan bulanan yang stabil,” kata kepala riset Rumah123, Marisa Jaya dari Antara, Rabu (26 Juni 2024).

Ia menambahkan, Tangerang juga menyumbang 15,6% dari total permintaan perumahan di Indonesia pada Mei 2024. Lokasi terpopuler lainnya adalah Jakarta Selatan (11,4%) dan Jakarta Barat (10,8%).

Pada Januari hingga Mei 2024, terdapat 5 kawasan yang populer di kalangan pencari rumah di Tangerang, antara lain Kelapa Dua (28,1%), Serpong (22,3%), Serpong Utara (9,2%), Peidangan (4,9%) dan Sisauk (4,2%).

Kelima komunitas perkotaan tersebut mempunyai kebutuhan yang tinggi untuk memiliki sejumlah fasilitas perkotaan yang mandiri dengan jangkauan dan cakupan yang luas di kelima komunitas tersebut.

Kawasan yang sebelumnya sudah dikembangkan dan berlokasi dekat dengan Jakarta mencatatkan permintaan dari kalangan menengah ke atas dengan persentase tertinggi pada kisaran harga Rp 1 miliar – Rp 3 miliar dengan rincian Kelapa Dua 55,3% , Serpong 51,5 persen, Serpong Utara 38,4 persen dan Peydangan 52 persen.

Sedangkan di kawasan Sisouq, permintaan tertinggi berasal dari kalangan menengah ke atas dengan proporsi tertinggi sebesar 37,9% pada kisaran harga Rp 1 miliar hingga Rp 3 miliar dan 35,4% pada segmen harga 400 jutaan Rp. Rp 1 miliar

Read More : Populasi Kucing Meningkat, Pemprov Jakarta Lanjutkan Sterilisasi

Dibandingkan kawasan lain, Sisauk merupakan kawasan yang relatif baru didukung dengan beroperasinya Gerbang Tol BSD Barat, dengan koneksi lebih dalam ke Legok, Balaraja, dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Hal ini akan mendorong aksesibilitas yang lebih baik di kawasan Sysouk dan memudahkan mereka mengaksesnya di masa depan.

Kedepannya, seiring dengan pembangunan infrastruktur dan berkembangnya proyek-proyek skala kota di kawasan ini, rasio tersebut dapat berubah dan bergerak dari segmen menengah ke atas.

Pencarian properti di Tangerang umumnya pada kelompok umur 25-34 tahun (37), disusul kelompok umur 45-54 tahun (25,2), 35-44 tahun (18,3), 18-24 tahun (14,6% dan 55 -64 tahun (4,9%).

“Wilayah Tangerang mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kota satelit pendukung Jakarta yang sudah lama berkembang dibandingkan kota satelit lainnya seperti Bogor dan Depok. Pembangunan besar-besaran di kawasan Tangerang akan mempercepat kenaikan harga di kawasan ini.” “Dibandingkan kawasan Bodetabek lainnya, Tangerang masih menjadi kawasan paling dicari bagi mereka yang mencari penginapan dengan fasilitas lengkap dan unggul,” kata Marisa Jaya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *