Jakarta, Beritasatu.com – Pelaku usaha menyebut pemasangan jaringan tol pada masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin berhasil menekan biaya logistik sehingga menghasilkan peningkatan pendapatan perusahaan sebesar 15%.

Read More : Firdaus Oibowo Dikeluarkan KAI, Apolos Djara Bonga: Mencemarkan Nama Baik Organisasi

Perbedaan utamanya adalah penggunaan jalan tol bisa lebih cepat sehingga total pendapatan lebih optimal dan meningkat 10% hingga 15%, kata Senior Vice President Transportasi Darat dan Kereta Api Jakarta, Asosiasi Logistik dan Transportasi Indonesia (ALFI). , Ian Sudian saat dikonfirmasi Beritasatu.com, Kamis (19/9/2024).

Selain itu, imbuh Ian, kontrak yang dilakukan pelaku usaha logistik dengan pemilik barang sudah berjalan dengan baik. โ€œPeningkatan pendapatan lebih besar jika mereka memesan secara terus menerus,โ€ ujarnya.

Ia mengatakan, kehadiran jaringan tol selama 10 tahun Presiden Jokowi memberikan dampak yang signifikan terhadap sektor logistik. โ€œDampaknya terhadap sektor logistik cukup signifikan, yang pasti lebih mudah, tepat waktu, aman, dan waktu pengiriman yang baik,โ€ kata Ian.

Read More : Perbandingan Militer Israel-Iran, Mana yang Lebih Kuat?

Ian mengungkapkan, sebelum adanya sambungan tol, aktivitas distribusi kargo terhambat, termasuk lambatnya pengiriman sehingga menghabiskan bahan bakar minyak (BBM) untuk angkutan truk. Biaya meningkat karena perusahaan logistik harus membayar pemeliharaan truk. Penghematan biaya bahan bakar dan pemeliharaan suku cadang diimbangi dengan hadirnya jalan tol, kata Ian.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *