Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Saadi meminta masyarakat mengakhiri perselisihan antara pendakwah Mifta Maulana Habiburrahman atau Gus Mifta dengan pedagang es teh. Peristiwa keduanya mengikuti pengajian itu ramai dikritik hingga akhirnya Gus Miftah memutuskan mundur dari jabatan Utusan Khusus Presiden.

Read More : Isu Politik Terkini: DPR Sahkan Revisi UU DKJ hingga Pramono Anung Respons Dukungan Jokowi ke Ridwan Kamil

“Masyarakat harus mengakhiri kontroversi seputar peristiwa Gus Mifta. Selain tidak berproduksi, yang bersangkutan telah meminta maaf dan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Kerukunan Umat Beragama dan Pembangunan Sarana Keagamaan,” kata Zainat dalam sebuah pernyataan. keterangan tertulis diperoleh Beritasatu.com, Senin (9/12).

Zainut berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi setiap khatib, ustadz, dan umat beragama agar berhati-hati dalam memilih diksi dan modifikasi kalimat dalam menjalankan tugas mengajar atau menyebarkan agama. Menghindari menyakiti perasaan orang lain dan berujung pada pertengkaran.

“Masing-masing entitas mengklaim bahwa mereka harus menggunakan ruang publik sebagai media pendidikan publik dengan menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang mencerahkan, mendidik, dan menghibur.”

Read More : KPK Undur Batas Akhir Pelaporan LHKPN hingga 11 April 2025

Secara pribadi, Zainat mengapresiasi sikap Gus Mifta yang meminta maaf dan mengundurkan diri dari jabatan yang dijabatnya. “Saya pikir ini adalah pendekatan yang mengagumkan dan bertanggung jawab,” tutupnya. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *