Jakarta, Beritasatu.com – Ratusan toko 7-Eleven yang dianggap kurang menguntungkan di seluruh Amerika Utara akan ditutup. Seven & I Holdings, induk perusahaan 7-Eleven yang berbasis di Jepang, menyatakan 444 toko akan ditutup karena berbagai kendala, seperti penurunan penjualan, penurunan pengunjung, tekanan inflasi, dan penurunan penjualan rokok.
Read More : Peparnas XVII Solo 2024 Berakhir, Menpora: Terima Kasih Presiden Jokowi
Dilansir CNN International, Minggu (13/10/2024), jaringan ini mengoperasikan lebih dari 13.000 toko di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Penutupan ini mewakili sekitar 3% dari total tokonya.
Dalam laporan keuangannya, Seven & I mencatat bahwa meskipun situasi perekonomian secara umum di Amerika Utara cukup kuat, terdapat perubahan dalam perilaku konsumen, terutama di kalangan konsumen berpenghasilan menengah dan rendah. Hal ini disebabkan oleh inflasi yang terus berlanjut, suku bunga yang tinggi, dan kondisi kerja yang semakin tidak stabil.
Faktor-faktor ini menyebabkan lalu lintas pelanggan menurun sebesar 7,3% pada Agustus 2024, yang merupakan puncak dari penurunan berturut-turut selama enam bulan terakhir.
Selain itu, penjualan rokok yang sebelumnya merupakan kategori terlaris mengalami penurunan sebesar 26% sejak tahun 2019. Peralihan pelanggan ke produk nikotin alternatif seperti Zyn belum mampu menutup kesenjangan tersebut sepenuhnya.
Read More : Golput Tinggi di Pilgub Jakarta 2024, Cak Lontong Ibaratkan Pilkada dengan Olimpiade
Dalam keterangannya kepada CNN, 7-Eleven menjelaskan perusahaan terus mengkaji dan menata ulang portofolionya sebagai bagian dari strategi pertumbuhannya. Perseroan juga akan terus membuka gerai baru di wilayah yang permintaannya lebih tinggi.