JAKARTA, Beritasatu.com – Menteri Perdagangan Zulkifli Hassan melarang keras impor bawang merah. Dia mengatakan, kenaikan harga bawang hijau tidak akan mempengaruhi impor negara.

Read More : Merger BUMN Karya Segera Rampung, Wamen Kartika Wirjoatmodjo Ungkap 3 Klaster Utama

“Entah (harga bawang) naik atau tidak, kami bisa menanam bawang.” “Tidak ada produk impor,” tegas Zulhas di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Kamis (25/4/2024).

Zuhas mengatakan, jika ada kiriman daun bawang yang datang dari luar negeri, pemerintah tidak segan-segan menghentikan pengiriman tersebut.

“Tidak ada bawang merah impor, tidak ada. “Kalau di luar sana ada bawang merah, kita musnahkan,” kata Zulas.

Ketua Umum Partai Misi Nasional (PAN) ini juga mengatakan, kenaikan harga bawang merah belakangan ini disebabkan adanya banjir yang melanda beberapa daerah. Ia berharap harga bawang hijau bisa turun pada minggu depan.

“Kalau banjir tidak apa-apa, tapi (harga) paling lambat seminggu akan kembali normal,” pungkas Zuhas.

Read More : Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Nasional, PHE Siap Sukseskan Swasembada Energi Nasional

Sebelumnya, harga daun bawang naik menjadi 50.000 rubel per kilogram. Kenaikan harga bawang merah akan dimulai pada April 2024.

Badan Gabah Nasional (Bapanas) mengungkapkan, banyak penyebab kenaikan harga bawang merah di tingkat produsen dan konsumen, salah satunya adalah terganggunya sektor produksi dan pasokan di wilayah tengah pada Maret 2024.

“Kenaikan harga ini sebenarnya disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah hujan di area produksi, serta adanya kendala teknis seperti terbatasnya tenaga kerja (perempuan) dan terhambatnya jalan,” kata Wakil Menteri Bidang Ketersediaan Pangan dan Pangan Nasional. Makanan . Stabilitas yang menyebabkan tertundanya pengiriman barang ke pasar. “Badan Pangan (Bapanas) dan Gusti Ketut Astava.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *