Jakarta, Beritasatu.com – Rekaman panggilan grup Sabyan gambus menjadi perbincangan hangat di media sosial (medsos) usai kabar pernikahan dua anggota Sabyan, Ayus dan Nisa.
Read More : Respons Razman Arif Nasution Soal Status Pengacara Dibekukan Mahkamah Agung
Dalil boikot tersebut terlihat di kolom komentar feed Instagram resmi Sabyan Gambus yang menampilkan jadwal konser mereka. Dalam surat kabar tersebut, Sabian rencananya akan membawakan acara promosi besar-besaran dan doa bersama (istigasah) di Sianjur, Jawa Barat.
“Nanti lihat saja nanti,” tulis Sabyan Gambus di bawah foto.
Apalagi, penyerangan itu dipenuhi pendapat berbeda. Banyak orang di internet yang menyerukan boikot terhadap Nissa “Sabyan”.
“Jangan sampai ada yang nonton, boikot, jangan sampai ketidakpercayaan jadi hal yang biasa,” tulis salah satu warganet.
“Jangan sampai ada yang menonton, mereka hanya sekumpulan orang yang berpura-pura jahat,” kata salah satu warganet.
Pada 4 Juli 2024, Nisa “Sabyan” dan Ayus menikah. Upacara pernikahan digelar di rumah orang tua Nisa di Jatiwaringin, Bekasi, Jawa Barat. Hal ini juga dibenarkan oleh KUA Jatiwaringin bahwa mereka menikah.
Read More : Festival Film Ardas KAJ 2024 Angkat Tema Subsidiaritas dan Solidaritas
Dalam acara tersebut, Ayus memberikan cincin emas seberat 3 gram dan uang tunai 200.000 dram sebagai kompensasinya. Diketahui, yang hadir hanya keluarga dan teman dekat, jumlah tamu sekitar 10 orang.
Sebelumnya, keduanya sempat bikin heboh setelah terungkap terlibat perselingkuhan. Kabar tersebut pertama kali diungkapkan istri Ayus saat itu, Riri Fairus, karena Ayus dan Riri dikaruniai dua orang anak.
Nisa “Sabyan” dan Ayus belum memberikan penjelasan apapun kepada publik mengenai fakta pernikahan mereka. Bahkan, meski sempat terlontar aksi boikot terhadap Sabyan Gambus, mereka tak bersuara.