Jakarta, Beritasatu.com – OpenAI, perusahaan pengembang ChatGPT, mengalami peningkatan pendapatan yang signifikan, namun di sisi lain juga menghadapi tantangan finansial yang signifikan.
Read More : Tesla Luncurkan Model Y dengan Penggerak Roda Belakang
Gizchina melaporkan, Senin (30/9/2024), pada Agustus 2024, OpenAI mencatatkan pendapatan bulanan sebesar 300 juta dolar AS, meningkat 1.700% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun pertumbuhan ini mengesankan, perusahaan masih menghadapi kenaikan biaya operasional, yang dapat berdampak pada laba.
Pertumbuhan pendapatan OpenAI yang kuat sebagian besar disebabkan oleh peningkatan penggunaan ChatGPT di berbagai sektor, seperti pendidikan, layanan pelanggan, dan pembuatan konten. Namun, peningkatan penggunaan yang besar ini juga berarti peningkatan biaya yang signifikan, terutama terkait dengan kebutuhan infrastruktur cloud, gaji staf, dan manajemen ruang kantor.
Tingginya biaya pengoperasian OpenAI disebabkan oleh kebutuhan daya komputasi yang besar untuk mendukung ChatGPT yang memerlukan layanan cloud berskala besar. OpenAI saat ini sangat bergantung pada infrastruktur cloud Microsoft, dan seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna, biaya tersebut meningkat secara signifikan. Selain itu, jumlah karyawan dan biaya ruang kantor juga berkontribusi terhadap biaya operasional perusahaan.
Meskipun ada peningkatan pendapatan yang besar, OpenAI diperkirakan masih mengalami kerugian $5 miliar tahun ini. Situasi ini sering terjadi pada perusahaan teknologi yang sedang berkembang pesat karena peningkatan pendapatan diiringi dengan biaya operasional yang lebih tinggi. OpenAI memperkirakan akan mencapai pendapatan $3,7 miliar pada tahun 2024, namun tanpa pendanaan tambahan, OpenAI kemungkinan akan terus merugi.
Untuk mengatasi masalah ini, OpenAI berencana mengumpulkan modal baru sebesar $7 miliar dalam putaran pendanaan baru yang dipimpin oleh Thrive Capital. Jika langkah ini berjalan dengan baik, valuasi OpenAI dapat mencapai $150 miliar, menjadikannya salah satu perusahaan teknologi terkemuka di dunia.
Read More : Mudik Motor Gratis Lebaran 2025 Dibuka, Ini Cara Daftar dan Rutenya
Thrive Capital berencana untuk menyuntikkan $750 juta secara langsung, sementara $450 juta lainnya akan dikumpulkan dari investor lain melalui sistem pembiayaan tertutup. Perusahaan besar seperti Nvidia dan Microsoft diperkirakan akan berpartisipasi dalam putaran investasi ini. Sementara itu, Apple dikabarkan telah membatalkan rencana investasinya di OpenAI.
Selain itu, basis pengguna OpenAI juga berkembang pesat seiring dengan peningkatan pendapatannya. Jumlah pengguna perangkat OpenAI meningkat dari 100 juta pada Maret 2024 menjadi 350 juta pada Agustus 2024. OpenAI optimis pendapatannya bisa mencapai $11,6 miliar pada tahun depan, bahkan berpeluang melampaui angka 100 miliar dolar pada tahun 2029.