Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyebut landasan penguatan karakter dan jati diri bangsa (PKJB) adalah transformasi revolusi mental yang memperkuat Esta Sita-7 Presiden Joko Widodo, Prabowo Subianto. (Jokowi), Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) telah mengubah cara berpikir, bekerja, dan hidup masyarakat untuk menciptakan sumber daya manusia yang lebih baik dan berdaya saing. Bangsa. Pada masa pemerintahan Presiden Prabo Subianto, GNRM bertransformasi menjadi PKJB sebagaimana tertuang dalam Visi dan Misi 1, 4 dan 8 Esta Sita.
Read More : PP Muhammadiyah Imbau Pejabat Gunakan Anggaran untuk Hajat Hidup Rakyat
BACA JUGA: Agus Joko Pramono rumuskan strategi antikorupsi untuk mendukung visi Estaciato Presiden Prabowo Warasito, Perwakilan Koordinasi Revolusi Mental, Kemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan mengungkapkan, PKJB sebenarnya merupakan kelanjutan dari GNRM . , Perubahan ini bukan sekadar perubahan kata, melainkan perluasan cakupan dan penguatan hakikat.
“Dengan demikian, fokus utamanya adalah membangun sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing dan berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan. PKJB akan fokus pada enam pilar, yaitu sosial budaya, politik dan pemerintahan, ekonomi dan perdagangan, penegakan hukum, pendidikan dan ilmu pengetahuan. dan bidang lingkungan hidup,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (30/12/2024).
Warsito menjelaskan, program intervensi langsung yang digagas melalui Gerakan Revolusi Mental masih terus berlanjut. Namun pada konsep baru, pendekatannya diperluas seperti yang ditunjukkan pada Esta Sita, yang menekankan pentingnya nilai-nilai dan cara-cara kebangsaan yang diinternalisasikan sejak dini. Langkah pertama adalah penguatan sistem pendidikan yang penting dalam pembentukan karakter dan jati diri bangsa. Tujuan pendidikan tidak hanya menghasilkan individu yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter khas sebagai bangsa Indonesia. Hal ini tentunya menggarisbawahi pesan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Pratikono). keseimbangan. Antara jasmani yang baik, sehat termasuk penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta akhlak. Dikatakannya, dalam konteks peralihan dari GNRM ke PKJB, seperti yang tertuang dalam Esta Sita Presiden Prabowo Subianto, “sumber daya manusia yang diciptakan harus mampu memadukan keduanya untuk memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.”
Menurut Warsit, tantangan untuk mengubah GNRM menjadi PKJB tidaklah mudah. Selain menghadapi tantangan internal berupa rendahnya pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai Panchashila dan visi kebangsaan, mereka juga menghadapi tantangan global seperti digitalisasi dan kecerdasan buatan yang berujung pada disrupsi informasi, berita bohong, intoleransi bahkan banjir di dunia maya pemahaman radikal. “Pentingnya literasi digital khususnya bagi generasi muda dan keterlibatan orang-orang berpengaruh dalam menyebarkan konten positif untuk mengurangi ruang negatif di dunia maya,” jelas Varsito seraya menambahkan bahwa pendekatan ini tidak hanya meningkatkan partisipasi aktif generasi muda , ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk tujuan yang lebih besar seperti inklusi, pemberdayaan sosial dan komunitas.
Read More : Momen Prabowo Menerima Hadiah Uang Lama Bertanda Tangan sang Ayah
Penguatan karakter bangsa tidak lepas dari nilai-nilai budaya lokal dan sejarah perjuangan bangsa. Identitas bangsa Indonesia didasarkan pada nilai-nilai Pancasila, bahasa Indonesia, dan kearifan lokal. “Generasi muda harus didorong untuk menguasai setidaknya tiga bahasa, bahasa global, bahasa nasional, dan bahasa daerah. Kemampuan ini menjadi sebuah identitas. Generasi emas masa depan Indonesia,” kata Warsito. Peralihan GNRM ke PKJB seperti yang terjadi pada Esta Sita Presiden Prabo Subianto merupakan perjalanan panjang yang memerlukan komitmen semua pihak. Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, pendidikan, swasta dan media, Indonesia berpeluang besar untuk menjadi bangsa yang tidak hanya maju secara ekonomi, namun juga jati diri dan karakternya sesuai dengan ideologi Pancasila yang kuat.