Moskow, Beritasatu.com – Unilever, perusahaan multinasional yang berbasis di Inggris dan Belanda, telah menjual anak perusahaannya di Rusia dan Belarus seharga 600 juta euro (Rp 10,2 triliun). Perang Rusia-Ukraina telah berlangsung selama 2,5 tahun dan merupakan yang terbaru dari serangkaian institusi Barat.
Read More : Masih Hitung Dampak Ekonomi, Pemerintah Diperkirakan Tentukan Nasib PPN 12 Persen Pekan Depan
Bisnis Unilever di Rusia dibeli oleh produsen lokal Ernest Group, yang juga telah mengakuisisi banyak bisnis Barat karena banyak perusahaan yang meninggalkan negara tersebut.
Menurut Financial Times, Senin (14/10/2024), “selain bisnisnya di Rusia, penjualan tersebut mencakup operasi Unilever di Belarus dalam kesepakatan senilai sekitar 600 juta euro”.
Seperti dilansir Euro News, Unilever memproduksi berbagai macam kebutuhan sehari-hari dengan merek di lebih dari 190 negara. Perusahaan ini dibagi menjadi lima kategori produk yaitu perawatan rumah, kecantikan dan kesehatan, nutrisi, perawatan pribadi, dan es krim. Perusahaan ini juga memiliki operasi penelitian dan pengembangan di India, Pakistan, Cina, Inggris, Belanda, dan Amerika Serikat.
CEO Unilever Hein Schumacher hari ini mengatakan bahwa Unilever telah menyelesaikan penjualan anak perusahaannya di Rusia kepada Ernst Group.
“Penjualan tersebut mencakup seluruh bisnis Unilever di Rusia dan empat pabriknya di negara tersebut. Bisnis kami di Belarus juga termasuk dalam penjualan tersebut,” ujarnya.
Read More : Kemenkomdigi Tindak 49.239 Konten Judi Online Libatkan Akun Instagram Populer
Dia mengatakan tahun lalu perusahaannya sedang mempersiapkan kemungkinan penjualan bisnis Unilever Rusia. “Pekerjaan ini sangat kompleks, dan melibatkan pemisahan platform teknologi industri (TI) dan rantai pasokan,” ujarnya.
Sejak awal perang, banyak perusahaan Barat yang menarik diri dengan menjual atau menutup operasi mereka di Rusia. Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain HSBC, Volkswagen, Renault, Heineken, Danone dan banyak lainnya.
Raksasa lain seperti Unilever dan Nestlé juga bertahan lebih lama dibandingkan perusahaan sejenis.