JAKARTA, Beritasatu.com – Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftita Sulaiman Suryanagar mengatakan bencana alam tsunami yang melanda Aceh pada tahun 2004 merupakan momen penting dalam pembangunan Indonesia.

Read More : Peringatan HUT Ke-79 TNI, Ini Peran, Fungsi, dan Tugas Militer Indonesia

Hal itu disampaikan Menteri Ifthita saat mengikuti forum diskusi memperingati 20 tahun peristiwa Tsunami di Jakarta, Sabtu (21/12/2024). 

Awalnya Menteri Ifthita mengungkapkan saat itu dirinya sedang bertugas di Aceh sehingga ia mengetahui kerugian akibat kecelakaan tersebut beberapa saat sebelumnya. Selanjutnya Ifthita menceritakan beberapa kisah yang tidak diceritakan di masyarakat.

Pertama, kata dia, kehadiran Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat itu secara langsung berhasil mendongkrak moral masyarakat di lokasi tersebut. “Kalau saja presiden hadir sebagai pemimpin terbaik, tidak ada alasan (pemimpin) lain tidak hadir,” kata Ifthita.

Kedua, lanjutnya, prajurit TNI melakukan operasi bantuan kemanusiaan secara alami dan naluriah, meski tidak mendapat perintah dari atasannya.

Ketiga, Iftita mengaku menyaksikan proses perdamaian di Aceh. “Saya saksi, perdamaian itu nyata di Aceh,” tegas Menteri Transmigrasi yang saat itu menjabat sebagai perwira divisi operasi Batalyon Kavaleri Pesisir 8.

Menteri Ifthita juga mengatakan: “Pelajaran dari tragedi Aceh merupakan momen penting bagi pembangunan negeri ini.”

SBY yang hadir dalam Big Idea Forum juga menceritakan beberapa kisah tak terungkap yang terjadi pada masa itu. “Hari kelam dalam sejarah kita, hari yang menguji bangsa Indonesia,” kata SBY.

SBY sedang berada di Nabire, Papua saat tsunami melanda. Mengingat situasi keamanan di Aceh, ia memutuskan untuk segera terbang ke Aceh untuk memeriksa kondisi di lapangan, hal yang tidak disarankan oleh banyak orang.

Read More : 3 Bulan Jadi Bos Situs Judi Online, Pria Sumbar Raup Penghasilan Rp 300 Juta

Melihat situasi di Aceh, SBY mengeluarkan arahan pertamanya. “Urutan pertama saya adalah menyelamatkan lebih banyak orang,” kata SBY.

Peristiwa tsunami di tengah konflik dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) memberikan pelajaran penting. “Prajurit GAM dan TNI melakukan kegiatan kemanusiaan bersama-sama. Dipimpin oleh pemerintah Indonesia, juga ada dukungan dari 17 negara untuk membantu masyarakat Aceh,” kata SBY.

Ke depan, SBY mengingatkan kita akan keikhlasan mengabdi pada Indonesia. “Berdoalah untuk para pemimpin saat ini dan masa depan, untuk bangsa yang kuat. Ia mengatakan, Indonesia akan menjadi negara maju di masa depan.

Senada, Arsjad Rasjid, pendiri Gerakan Global 5P, menekankan pentingnya gotong royong dan keberagaman dalam menanggulangi tsunami di Aceh pada tahun 2004. Ia mengatakan dua hal ini sangat penting untuk menghadapi krisis. Dan tragedi pun terjadi.

Sementara itu, Ella Melianda, Koordinator Divisi Penanggulangan Bencana Tsunami dan Divisi Riset Manajemen Risiko Bencana, mengatakan: “Posisi Indonesia rentan terhadap bencana. Bencana tidak bisa dihindari, kita harus hidup dengan bencana,” kata Ella.

Menteri Ekonomi Kreatif Teku Rifki Harsya dan mantan Juru Bicara Presiden Dino Patti Jalal hadir dalam Big Idea Forum.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *