Houston, PeritasAdu.com – Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sedang berlomba mempersiapkan rencana berbahaya untuk menghentikan asteroid yang dapat menghancurkan bumi.
Read More : Indonesia Masters 2025: Tekuk Wakil Denmark, Fajar/Rian Melaju ke 16 Besar
NASA membuat rencana untuk melindungi Bumi dari potensi asteroid yang “membunuh planet” dengan meluncurkan pesawat luar angkasa dalam jumlah besar atau menggunakan senjata nuklir untuk melawan ancaman yang akan datang.
Meskipun tidak ada ancaman langsung dari asteroid di abad mendatang, NASA sedang mempersiapkan skenario terburuk dengan simulasi dan eksperimen yang bertujuan mengubah lintasan batuan luar angkasa yang berbahaya.
Pada tahun 2023, NASA merilis Strategi Kesiapsiagaan Nasional dan Rencana Aksi untuk Objek dan Ancaman Dekat Bumi serta Pertahanan Planet, yang menguraikan tindakan untuk mencegah kehancuran global objek dekat Bumi (NEO).
Proyek ini berfokus pada dua strategi utama, menggunakan satelit untuk mendorong asteroid ke jalurnya atau menggunakan ledakan nuklir sebagai tujuan akhir.
Meskipun tampaknya tidak mungkin sebuah asteroid besar akan menghantam kita dalam waktu dekat, para ilmuwan NASA percaya bahwa ribuan asteroid besar yang belum ditemukan masih bersembunyi di tata surya kita.
Beberapa asteroid yang lebarnya lebih dari satu mil berpotensi menyebabkan kerusakan besar pada seluruh planet jika bertabrakan dengan bumi.
NASA telah menguji garis pertahanan pertamanya terhadap tabrakan, sebuah pesawat ruang angkasa yang dirancang untuk menabrak asteroid dan mengubah arahnya.
Read More : Yayasan SMK Lingga Kencana Depok Pastikan Panggil Panitia Acara Perpisahan
Pada September 2022, NASA melakukan Uji Defleksi Asteroid Kembar (DART) senilai US$ 325 juta, mengirimkan pesawat ruang angkasa Hera untuk menabrak asteroid setinggi 580 kaki bernama Dimorphos yang mengorbit asteroid Didymos.
Meski tidak ada satupun yang menimbulkan ancaman bagi Bumi, eksperimen tersebut mampu mempertahankan orbit Dimorphos selama sekitar 30 menit. Ini menandai keberhasilan pertama upaya NASA untuk mengubah lintasan asteroid.
Namun cara ini mempunyai tantangan tersendiri. Para ahli memperingatkan bahwa dampak kekerasan dapat menyebabkan pecahan benda langit bergerak ke arah yang tidak terduga, sehingga dapat menimbulkan ancaman lain.
Asteroid besar dengan diameter 2.000 kaki (609 meter) membutuhkan 100 roket sekaligus. Bahkan asteroid berukuran besar memerlukan lebih dari 1.000 satelit untuk mencegah bencana.