Jakarta, Beritasatu.com – Rencana kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12% mendapat tanggapan. Salah satunya dari Asosiasi Pengusaha Ritel Merek Global Indonesia (Apregindo).

Read More : 8 Cara Menabung untuk Beli Rumah Sendiri bagi Milenial dan Gen Z

Presiden Jenderal Apregindo Handaka Santosa meminta pemerintah mendorong konsumsi kalangan elite Tanah Air.  

“Mungkin yang harus ditekankan oleh pemerintah adalah menghentikan orang-orang kaya yang memang sedang menabung Rp 5 miliar di bank, untuk membeli di sini.” “Itu yang kami dorong, kami sarankan membeli di Indonesia,” kata Handaka Santosa di Investor Market IDTV Hari ini, Senin (18/11/2024).

Menurut Handaka, pemerintah harus lebih mempertimbangkan dampaknya sebelum menaikkan PPN. Karena kelas menengah Indonesia sendiri mengalami penurunan yang sangat besar, sekitar 17% benar. Saat ini, masyarakat yang punya tabungan lebih dari Rp 5 miliar ternyata punya banyak uang.

“Kenapa?” Karena mereka punya uang dan bisa membeli,” imbuhnya.

Read More : Setelah Insiden Peretasan, Volume Perdagangan Indodax Lampaui Setengah Triliun

Dengan cara ini, mitra pemerintah dapat mencoba meningkatkan pendapatan tetapi memikirkan cara lain agar tidak mempengaruhi perekonomian seluruh negara.

“Oh, sangat mengkhawatirkan karena keyakinannya kalau PPN naik, akan menghasilkan uang bagi pemerintah untuk membayar APPN.” jatuh lagi. “Ini sesuatu yang perlu dipikirkan,” katanya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *