JAKARTA, Beritasatu.com – Deputi I Gusti Ketut Astawa Bidang Produksi dan Keberlanjutan Pangan Badan Pangan Nasional (BAPANAS) menjelaskan situasi keberlanjutan dan ketahanan pangan Tanah Air saat ini. Ketut mengatakan, berdasarkan statistik neraca pangan siap saji, diperkirakan persediaan pangan akan mencukupi hingga tahun depan.

Read More : Puan Maharani Kritik Pembangunan Karakter Bangsa

“Tidak perlu khawatir mengenai pasokan pangan selama pangan diproduksi secara lokal. Apalagi kalau ada impor, jumlahnya akan sangat terukur, kata Gusti Ketut Astava dalam acara Investors Daily Talk IDTV, Kamis (15/8/2024).

Ketut menegaskan, pemerintah akan memprioritaskan produksi pangan di dalam negeri untuk menjaga cadangan gabah. Dari sisi keamanan pangan, Bapans juga terus melakukan pemantauan ketat terhadap permasalahan boraks, formaldehida dan bahan lainnya bersama dengan pihak berwenang setempat.

“Para orang tua baru bersama pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota memastikan pasokan pangan tercukupi,” ujarnya.

Dari hasil pantauan di lapangan, ketersediaan daging sapi sangat baik dengan harga berkisar Rp135.000-Rp140.000 per kg. Namun, harga berbagai jenis bahan pangan, seperti bawang merah, justru turun di tingkat produsen. Hal ini terjadi karena produksi sorgum di Brabus, Nganjuk dan banyak daerah lainnya meningkat sehingga harga minyak pertanian turun.

Read More : Saham Asia Beragam setelah Kelesuan Wall Street Berlanjut

Oleh karena itu, kami mengimbau Bulog, BUMN lainnya, dan BUMD untuk tenang di tingkat petani. Dengan keputusan ini, kami berharap harga sayur mayur di tingkat pertanian tetap stabil dan tidak turun terlalu jauh. ,” kata Ketut. . 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *