JAKARTA, Beritasatu.com – Ketua Komisi DRC Lazarus Menteri Perumahan dan Permukiman (PKP) Marurar Sirait atau biasa disapa Ara mengingatkan beratnya tugas untuk mencapai target 3 juta rumah per tahun. Untuk mencapai tujuan tersebut, Lazarus mengatakan Ara dan stafnya perlu membangun 8.333 rumah setiap tahunnya dengan anggaran sebesar $750 triliun.
Read More : 10 Ciri Punya Bos Toksik, Enggan Peduli Pendapat Karyawan
“Total 3 juta (rumah) dibagi 360 (hari dalam setahun) dan saya pakai kalkulator, artinya harus ada 8.333 rumah per hari,” kata Lazarus. Menteri, saya berharap Anda sukses dalam pekerjaan Anda. Komite ke-5 Korea Utara Senin (4/11/2024) Workshop dengan Menteri Ara, Senaya, Gedung Parlemen, Jakarta.
Lazarus mengatakan, jika diubah dalam satu jam, Kementerian PKP harus membangun 694 rumah dalam satu jam. Menurutnya, dalam situasi seperti ini, Menteri Ara dan jajarannya harus bekerja keras untuk mencapai target 3 juta rumah setiap tahunnya.
“Saya hitung kita perlu menyelesaikan 694 rumah per jam, jadi kita harus bekerja keras untuk mencapai target di Komisi V,” kata Lazarus.
Lazarus mengatakan anggaran yang dibutuhkan untuk membangun 3 juta rumah adalah $750 triliun. Lazarus membandingkan anggaran industri perumahan dalam 5 tahun terakhir yang menghabiskan Rp119 triliun untuk membangun sekitar 2,17 juta bangunan tempat tinggal.
Sementara anggaran Kementerian Perumahan dan Pembangunan Perkotaan pada tahun 2025 hanya sebesar $5 triliun. Anggaran ini jauh lebih rendah dibandingkan anggaran Otoritas Perumahan Rakyat pada tahun 2024 sebesar Rp14 triliun.
Ia mencontohkan, “750 triliun rupee setahun, kita hanya bicara berapa yang bisa kita keluarkan, tapi kita tidak bisa menyiapkan Rp 750 triliun. Lalu bagaimana dengan sumber daya manusia?
Menurut Lazar, peran serta swasta penting dalam pembangunan 3 juta rumah. Namun, ia menilai partisipasi swasta bisa diukur karena punya perhitungan tersendiri.
Oleh karena itu, Lazar meminta Kementerian PKP segera memberikan rencana dan desain proyek perumahan 3 juta tersebut.
Dia menyimpulkan dengan mengatakan, “Karena ayah saya menyetujui anggaran tersebut, kita harus bertanggung jawab secara moral kepada menteri kita, kepada masyarakat dan kepada negara kita.