Jepara, Beritasatu.com – Berbagai cara dilakukan siswa untuk mengisi waktu libur panjang sekolah. Seperti anak-anak Kabupaten. Jepara, Jawa Tengah, mereka memanfaatkannya untuk belajar menebang kayu dan mengolahnya menjadi kerajinan bernilai tinggi.

Read More : Merger Honda dan Nissan Jadi Langkah Strategis Menuju Masa Depan Otomotif

Kegiatan ini juga sebagai upaya mengurangi kecanduan gawai pada anak-anak saat liburan sekolah. Sehingga waktu luang anda lebih produktif dan menambah pengetahuan serta kreativitas anda.

Suara ketukan kayu menjadi ritme yang menggema setiap hari saat musim Natal di paviliun Museum RA Kartini, Jepara.  Satu demi satu, para pelukis muda ini beralih mengukir kayunya menjadi kerajinan yang menarik. Sejumlah siswa menghabiskan liburan sekolahnya dengan belajar mengukir di Museum RA Kartini, Jepara. – (Beritasatu.com/Jamaah)

 Direktur Museum RA Kartini Lia Supardianik menyatakan, belajar mengukir untuk mengisi liburan panjang anak-anak. Menurut dia, pihaknya siap setiap hari menerima puluhan anak, baik dari bangku sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah atas (SMP).

“Tahun ini, pada libur sekolah 2024/2025, Museum RA Kartini Jepara melaksanakan kegiatan bersama bernama belajar bersama di museum. Karena tahun ini tema belajar bersama adalah seni ukir Jepara,” kata Lia Supardianik, Sabtu ( 6/7/2024).

Para siswa ini berkesempatan untuk belajar bersama kreativitas seni ukir Jepara. Peserta yang belajar mengukir kemudian diberikan pelatihan, dan diberikan materi dasar untuk berlatih mengukir.

Selain mengenalkan seni ukir kepada generasi muda, kegiatan ini juga sebagai upaya mengurangi kecanduan gadget pada anak-anak di musim liburan sekolah dengan kegiatan yang lebih positif. 

Read More : Sebelum Gugat Cerai Ternyata Sule Pernah Minta Andre Taulany Pertahankan Rumah Tangga

“Kami ingin mencegah anak-anak terbiasa menyimpan gawai atau benda-benda yang tidak berguna untuk lebih mengenal seni ukir,” imbuhnya. Sejumlah siswa menghabiskan liburan sekolahnya dengan belajar mengukir di Museum RA Kartini Jepara. – (Beritasatu.com/Jamaah)

Lebih lanjut, ia juga mengakui bahwa Jepara yang dikenal sebagai kota seni lukis, seiring berjalannya waktu justru mengalami kemunduran seiring dengan menurunnya sumber daya manusia (SDM) pelukisnya. Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat melatih generasi muda yang mampu menjaga sumber daya manusia para pengukir di Jepara. 

Salah satu murid Muhammadun mengaku senang mengisi waktu luangnya dengan belajar lebih dalam hingga belajar mengukir. Ia pun ingin meneruskan citra ayahnya yang berprofesi sebagai pengukir di Jepara. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *