Muan, Beritasatu.com – Pak Bae (80) bersama istri, anak, dan cucunya tewas dalam kecelakaan pesawat Jeju Air di dekat landasan Bandara Muan, Minggu (29/12/2024). Kejadian ini terjadi ketika mereka kembali dari perjalanan ke luar negeri untuk merayakan ulang tahun Pak Bae.

Read More : Wali Kota Semarang Ikut Dicegah ke Luar Negeri Terkait Penyidikan KPK

Pada Senin (30/12/2024), pihak berwenang Korea mengonfirmasi ada sembilan anggota keluarga Pak Bae di pesawat Jeju Air penerbangan 7C2216 yang jatuh. Keluarga tersebut, Tuan Bae, istrinya yang berusia 68 tahun, kedua putrinya dan lima cucunya, termasuk seorang anak laki-laki berusia 5 tahun, termasuk di antara 179 korban yang tewas dalam kecelakaan pesawat Jeju Air.

Sebelum meninggalnya Jeju Air, keluarga besar ini berangkat ke Thailand untuk merayakan ulang tahun ke-80 Mr. Sayang. Dalam salah satu postingan terbaru di Instagram, Pak Bae menuliskan pesan. “Sedikit capek setelah seharian bepergian, tapi senang sekali bisa berkumpul dengan anak cucu,” tulisnya.

Kejadian ini meninggalkan kesedihan yang mendalam di desa Yeonggwang, Provinsi Jeolla Selatan, dimana Mr. Bae sedang duduk. Rumah keluarga Bae kini kosong, dan anjing mereka terlihat berdiri di depan jalan, seolah menunggu pemiliknya kembali. 

“Anjingnya tidak diikat, tapi dia tidak mau kemana-mana. Saat saya panggil dia ke rumah saya, dia langsung lari ke rumah tua itu,” kata seorang tetangga.

Pejabat setempat bergerak ke Bandara Muan untuk mengambil jenazah para korban dan mendukung keluarga mereka dalam pemakaman. Hingga Selasa (31/12/2024), pihak berwenang Korea telah mampu mengidentifikasi 174 korban melalui sidik jari dan tes DNA, meski tampaknya sebagian besar jenazah dimutilasi parah oleh api.

Read More : Ini Gejala Terinfeksi STSS yang Kasusnya Melonjak di Jepang

Boeing 737-800 milik Jeju Air mengalami masalah roda pendaratan setelah menabrak burung saat mendekati landasan pacu. Pilot berusaha mendarat dengan pita lalu lintas di landasan. Pesawat gagal melambat dan menabrak dinding beton sebelum terbakar. 

Kecelakaan Jeju Air adalah kecelakaan maskapai penerbangan paling mematikan di Korea Selatan dalam beberapa dekade.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *