Jakarta, Beritasatu.com – Pemilik Labubu Wang Ning semakin memposisikan dirinya sebagai salah satu miliarder China. Pada tahun 2024, kekayaan pria berusia 37 tahun itu mencapai 5,5 miliar dolar AS atau 86,7 triliun rupiah.

Read More : Pemprov DKI Segera Nonaktifkan 92.000 NIK Warga Jakarta

Wang Ning adalah pendiri, ketua dan CEO Pop Mart International Group, sebuah perusahaan mainan yang go public di Hong Kong pada tahun 2020. Forbes melaporkan.

Didirikan pada tahun 2010, Pop Mart menjual miniatur seharga sekitar $10 dalam kotak yang disebut kotak buta dimana mainannya tidak terlihat.

Perusahaan ini bekerja sama dengan sejumlah artis untuk memproduksi game-nya. Seri mainan terlaris antara lain Dimoo, Molly, dan Skullpanda. Pop Mart juga menjual produknya ke pasar luar negeri seperti Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Serikat.

Di Indonesia salah satu yang paling terkenal adalah boneka Lapopo. Ini adalah gambar mainan yang terinspirasi dari dongeng Skandinavia. Labubu adalah bagian dari seri permainan Ziqi X Monster yang dibuat oleh Kasing Lung, seorang seniman Hong Kong yang besar di Belanda.

Berkat Black Box Games, pendapatan Pop-Mart pada paruh pertama tahun 2024 melonjak hampir dua pertiga menjadi 4,6 miliar yuan (US$642 juta) dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penjualan di luar Tiongkok daratan melebihi tiga kali lipat. Penjualan di luar Tiongkok kini mencapai sepertiga dari total penjualan.

Meskipun Tiongkok masih menjadi pasar terbesar, Asia Tenggara tumbuh paling cepat, seiring dengan semakin populernya situs belanja online Lazada dan Shopee.

Read More : Adu Mulut, 2 Pemabuk Adu Jotos hingga Tewas di Morowali Utara

Saham perusahaan ini meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu. Hal ini membuat Wang Ning langsung masuk dalam daftar orang terkaya di China untuk pertama kalinya dengan kekayaan bersih 5,5 miliar dollar AS.

Dengan gelar di bidang periklanan, Wang Ning telah menarik seniman dari seluruh dunia untuk merancang mainan, seperti seri Molly terlaris di Pop Mart, dan boneka berbentuk kancing dengan mata yang keras.

Sejak diluncurkan pada tahun 2010, perusahaan yang terdaftar di Hong Kong ini telah membuka 500 toko, termasuk sekitar 400 toko di Tiongkok daratan. 

Perusahaan karakter Labubu berencana menggandakan jumlah tokonya di AS menjadi 20 toko dari 10 toko pertama. Pada bulan Juni, Pop Mart merilis Dream Home, game seluler pertamanya yang menampilkan Molly dan karakter lain dari seri game tersebut seperti Skullpanda, Dimoo, dan Pokey.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *