Seoul, Beritasatu.com – Pesawat Jeju Air yang jatuh di Bandara Internasional Muan Korea Selatan pada Minggu (29/12/2024) kini berusia 15 tahun. Perwakilan Jeju Air mengatakan bahwa Boeing 737-800 belum pernah mengalami kecelakaan sebelumnya.
Read More : Hadiri Munas Kadin, Prabowo Duduk Diapit Anindya Bakrie dan Arsjad Rasjid
Pejabat Jeju Air sedang berupaya untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan itu dan keadaan di sekitarnya.
Presiden Jeju Air Kim E-bae meminta maaf dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban tewas dalam kecelakaan pesawat Jeju Air. Dia berjanji bekerja sama penuh dengan pemerintah untuk menyelidiki penyebab kecelakaan itu.
“Apa pun alasannya, saya merasa sangat bertanggung jawab sebagai CEO. Jeju Air akan melakukan yang terbaik untuk mempercepat pemulihan dan mendukung penuh keluarga para korban,” kata Kim, menurut Korea Herald.
Kim mengatakan penyebab jatuhnya Jeju Air masih belum diketahui. Pihak maskapai menunggu hasil penyelidikan resmi dari pemerintah.
“Saat ini sulit untuk menentukan penyebab kecelakaan itu, kita harus menunggu hasil resmi dari instansi pemerintah yang berwenang.”
Korban tewas akibat kecelakaan pesawat Jeju Air bertambah menjadi 124 orang sore ini.
Read More : Prabowo Ungkap Pembekalan Kabinet Merah Putih di Magelang untuk Koordinasi dan Kerja Sama Tim
Korban tewas akibat kecelakaan pesawat Jeju Air bisa mencapai 179 orang, menurut pihak berwenang Korea Selatan. Sebab, sejauh ini baru dua orang yang dipastikan selamat dalam kecelakaan pesawat terparah di Korea Selatan tersebut.
Jeju Air penerbangan 7C2216 membawa 181 penumpang dan awak, sebagian besar warga Korea Selatan dan beberapa warga Thailand.
Setelah mendarat di Bandara Mueang usai lepas landas dari Bangkok, Thailand, pesawat keluar dari landasan.
Dua menit setelah pilot mengirimkan sinyal bulan Mei, pesawat Jeju Air menabrak pagar pembatas dan terbakar, menurut kementerian transportasi Korea Selatan.