Seoul, Beritasatu.com – Kecelakaan tragis terjadi di Bandara Internasional Muang pada Minggu (29/12/2024) saat pesawat Jeju Air dengan nomor penerbangan 7C2216 tergelincir dari landasan dan terbakar.
Read More : Nikita Mirzani Ungkap Sosok Pria yang Bersama Lolly: Dia Cowok Anak Saya
Saat berita ini diturunkan, jumlah korban tewas dilaporkan mencapai 62 orang. Sebanyak 175 penumpang dijemput di pesawat Jeju Air ini.
Berdasarkan data awal, jatuhnya pesawat Jeju Air kemungkinan besar terjadi karena ada burung yang menabrak pesawat sehingga merusak roda pendaratan. Video yang dirilis media lokal menunjukkan pesawat mendarat tanpa roda, tergelincir di landasan sebelum menabrak pagar dan terbakar.
Seorang penumpang yang sebelumnya terbang dengan pesawat yang sama dari Bangkok menuju Mueang pada Jumat (27/12/2024) melaporkan mesinnya mati beberapa kali sebelum lepas landas. “Saya melaporkan kekhawatiran ini kepada pramugari, namun mereka mengatakan semuanya baik-baik saja,” kata penumpang tersebut kepada Yonhap.
Penjabat Presiden Korea Selatan, Choi Sang Mok, memerintahkan mobilisasi penuh untuk menyelamatkan para korban. Tim investigasi dari Komisi Investigasi Kecelakaan Penerbangan dan Kereta Api Korea (ARIC) berada di lokasi untuk menyelidiki penyebab insiden tersebut.
Read More : Seluruh Gereja Katolik Gelar Misa Khusus untuk Paus Fransiskus
Maskapai hemat Jeju Air, yang mengoperasikan pesawat tersebut, mengatakan pihaknya sedang bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengumpulkan lebih banyak informasi. Pesawat ini merupakan bagian dari armada Boeing 737-800 yang dikenal sebagai model pesawat yang banyak mengoperasikan penerbangan komersial di Asia Tenggara.
Semua penerbangan domestik dan internasional di Bandara Muang telah dibatalkan hingga pemberitahuan lebih lanjut. Kecelakaan Udara Jeju menjadi sorotan internasional, memicu kembali perdebatan mengenai keselamatan penerbangan komersial.