Bekasi, Beritasatu.com – Seorang perempuan bernama Farah Rizka (20 tahun) menjadi korban serangan air keras di Jalan Perjuangan, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar hingga 60%.
Read More : Klarifikasi Chiki Fawzi Soal Ikang Fawzi Tetap Manggung meski Masih Berduka
Aksi brutal tersebut terekam CCTV pada 7 Desember 2024 sekitar pukul 19.19 WIB. Saat itu, Farah dan suaminya, Ilham (23), sedang mengendarai dua sepeda motor bersama. Sesampainya di lokasi, korban disiram air keras hingga merasakan sakit sehingga menarik perhatian warga sekitar.
“Iya, dia terlalu malas melepas jasnya, suaminya setelah disemprot istrinya langsung mengusir pelaku. Saat bersamaan, warga sekitar membantu korban. Ada yang menyiram air, sprei, dan jas hujan.” kata ibu korban Sri Kartikah (54), Rabu (12/11/2024).
Baca juga: Keluarga Korban Serangan Asam di Bekasi Adu ke DPR, Pelaku Masih Belum Terungkap
“(Suaminya) tidak bisa mengikuti pelaku ke Naga (supermarket). Setelah gagal melacak tersangka, sang suami kembali menemui korban. Suaminya baru mengetahui korban disiram air keras sehingga menimbulkan lubang. di bajunya,” tambah Sri.
Korban serangan air keras di Bekasi mengalami luka serius di bagian leher, punggung, dan pahanya dan kini dirawat di RSUD Bekasi untuk mendapatkan perawatan.
Sri mengungkapkan, yang menyiram adalah teman dekat korban dan suaminya, bernama Johan (23). “Johan, rekan satu tim suami korban yang sering kita temui. Beliau teman Ilham, suami Farah (korban). Sering nongkrong di rumah Ilham,” jelasnya.
Read More : Harga Jual Anjlok, Puluhan Ton Pepaya Dibuang Pedagang Pasar Induk Kramat Jati
Menurut Sri, hubungan Farah dengan Johan bermula saat pernikahan putranya dengan Ilham sedang bermasalah. Selama itu, Johan kerap mengantar Farah bekerja. Namun, Johan kecewa saat Farah dan Ilham memutuskan kembali bersama.
“Korban sudah bercerai dengan suaminya. Lalu saat Johan berpisah, Johan masuk, saat dia (Johan) berangkat kerja, Farah mengajaknya. Namun, namanya tidak stabil, Farah dan suaminya kembali bersama. ( Mereka rujuk) dan dari situ dia (Johan) dia tidak senang,” kata Sri.
Kasus tumpahan air asam di Bekasi telah dilaporkan ke Polres Bekasi Utara dan saat ini sedang diselidiki.