Jakarta, Beritasatu.com – Pasar surat utang korporasi Indonesia diperkirakan masih cerah hingga akhir tahun 2024 karena meningkatnya kebutuhan pembiayaan korporasi (refinancing). Pada akhir tahun 2024, penerbitan utang korporasi diperkirakan mencapai Rp143,79 triliun dari Rp123,7 triliun.

Read More : HUT RI Ke-79, KAI Berikan Diskon Tiket 21 Persen

Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Martin Pandiangan mengatakan nilai surat utang yang jatuh tempo pada kuartal IV 2024 mencapai Rp 42,4 triliun. Hal ini menunjukkan kebutuhan finansial perusahaan masih tinggi.

“Kebutuhan refinancing korporasi merupakan peluang menarik untuk menerbitkan surat utang, terutama mengingat prospek pertumbuhan ekonomi yang stabil antara 4,8% hingga 5,2% dan inflasi yang terkendali antara 2% hingga 3,5%,” kata Martin dalam “Media Update offer.” dikatakan. Pefindo,” lapor Investor Daily di Jakarta Kamis (24/10/2024).

Ia juga menegaskan, Pilkada 2024 dapat menjadi katalisator aktivitas perekonomian yang lebih dinamis, memperkuat sentimen pasar, dan meningkatkan kepercayaan perusahaan untuk melakukan refinancing.

Di tengah pelonggaran kebijakan moneter, Martin menyatakan penurunan suku bunga yang dilakukan Bank Indonesia (BI) akan membawa sentimen positif ke pasar surat utang. Hal ini dapat mengurangi risiko keuangan perusahaan dengan mengurangi leverage. Pasar yang sebelumnya berada dalam situasi wait and see mulai melemah terutama pasca pemilu dan pengumuman struktur kabinet baru yang mendukung stabilitas perekonomian.

“Dengan menurunkan suku bunga, perusahaan mempunyai peluang untuk melakukan refinancing secara lebih efisien sehingga mengurangi beban keuangannya. Hal ini berdampak positif pada pasar surat utang,” imbuhnya.

Meski tren penurunan suku bunga membawa angin segar, namun masih terdapat permasalahan yang tersembunyi. Risiko geopolitik dan dampak jangka panjang dari tingginya suku bunga akan berdampak negatif terhadap konsumsi dan investasi.

Read More : Heri-Sholihin Ajukan Gugatan Hasil Pilwalkot Bekasi 2024 ke MK

Ekonom Suhindarto Pefindo mengatakan Pefindo merevisi perkiraan penerbitan utang korporasi pada 2024 ke kisaran Rp123,07 triliun hingga Rp143,79 triliun dengan titik tengah Rp132 triliun. Revisi ini didasarkan pada sejumlah faktor, seperti perubahan ekspektasi The Fed dan BI terhadap kebijakan moneter.

Pada September 2024, penerbitan utang korporasi akan mencapai Rp90 triliun, dan tambahan Rp21,5 triliun diperkirakan akan diterbitkan pada Oktober. Sisa penerbitan Rp 15 triliun diperkirakan akan dilakukan pada bulan November dan Desember. “Dengan demikian, kami perkirakan akan mencapai titik tengah perkiraan kami sekitar Rp 130 miliar pada akhir tahun ini,” ujarnya.

Suhindarto memperkirakan pada tahun 2025 pasar instrumen utang akan menghadapi tantangan serupa pada tahun 2024. Nilai surat utang korporasi diperkirakan akan sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun ini dan mencapai sekitar Rp 155 triliun pada akhir tahun 2025.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *