Merauke, Beritasatu.com – PT Pupuk Indonesia (Persero) mengajak seluruh petani di Merauke untuk mengoptimalkan penebusan pupuk bersubsidi melalui program “Tebus Bersama Pupuk Bersubsidi” yang digelar di Kurik, Kab. Merauke, Papua Selatan, Kamis (19/12/2024).

Read More : Masjid Al Mubarok Nganjuk, Ikon Budaya dengan 280 Tahun Sejarah

Senior Vice President Lembaga Penelitian Pupuk Indonesia (IFRI) Pupuk Indonesia, Gita Bina Nugraha mengatakan Tebus Bersama merupakan kegiatan yang digagas Pupuk Indonesia untuk menjaga ketersediaan pupuk di tingkat petani dan mendukung percepatan penyaluran pupuk bersubsidi. . Kegiatan ini akan mendukung Merauke sebagai lumbung pangan nasional dan daerah.

“Program pembelian kembali pupuk bersubsidi ini merupakan salah satu upaya Pupuk Indonesia dalam mendukung proyek pemerintah, Presiden Prabowo ingin Indonesia kembali mencapai swasembada, seperti yang pertama kali terjadi pada tahun 80an dan tahun 2017, dan sekarang kita harus kembali mencapai swasembada pangan,” kata Gita Bina.

Kegiatan Tebus Bersama yang dilakukan Pupuk Indonesia merupakan salah satu bentuk dukungan untuk mencapai kecukupan pangan nasional. Menurut Pak Gita Bina, aspek lain juga harus didukung oleh banyak pihak, seperti: di bidang perbenihan, penyediaan emas, Introduksi, infrastruktur pertanian, teknologi pertanian. Meski demikian, ia mengajak seluruh petani di Merauke untuk memanfaatkan subsidi alokasi pupuk yang ditetapkan pemerintah.

“Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan bahwa pada tahun 2024 ini, pemerintah telah menambah penyediaan pupuk bersubsidi, dari alokasi awal pada pertengahan tahun sebesar 4,7 juta ton meningkat menjadi 9,55 juta ton. Oleh karena itu, kami mengundang anda. untuk kembali melakukan kegiatan penebusan bersama karena telah diakui. Harapannya, penebusan kita tingkatkan tidak hanya di sini tapi juga di seluruh Merauke agar produktivitas kita bisa maksimal,” ujarnya.

Selain itu, diinformasikan kepada Bpk. Gita Bina bahwa: Pupuk Indonesia telah melakukan kajian pengembangan lahan budidaya padi di Merauke tahun 2016 – 2022 di berbagai kota seperti Tanah Miring, Kurik, Semangga dan Malind. Penelitian yang dilakukan meliputi pengujian benih, pupuk dan teknik budidaya untuk meningkatkan produktivitas dan meningkatkan perekonomian. Hasil survei tersebut disampaikan kepada Dinas Pertanian, Penelitian dan Pengembangan Merauke Bappeda Merauke dan kelompok petani setempat.

“Dari penelitian ini kami mempunyai beberapa alat dan mesin pertanian yang masih efektif. Baik atau mungkin hasilnya. Mesin alat ini dapat digunakan oleh petani setempat untuk mengoptimalkan lahan di Merauke, sehingga kegiatan pertanian dapat terbantu dengan menggunakan alat yang diberikan untuk mempercepat swasembada pangan,” pungkas Gita Bina.

Sementara itu, Senior Manager (SM) Sulawesi, Maluku & Papua Pupuk Indonesia, Sukodim, mengatakan seluruh petani yang terdaftar di Merauke harus segera memanfaatkan alokasi pupuk bersubsidi untuk memaksimalkan produktivitas pertanian. Untuk mendukung proyek Tebus Bersama, Pupuk Indonesia menyiapkan akumulasi pupuk sebanyak 3.576 ton atau 393 persen dari kebutuhan stok minimal yang dikuasai pemerintah pada timbunan Level III atau Kabupaten. Stok per 18 Desember 2024 meliputi pupuk urea sebanyak 1.521 ton dan NPK sebanyak 2.055 ton. Sedangkan acara Tebus Bersama di Kurik diikuti oleh 150 petani Merauke. Proyek ini berhasil mendorong daur ulang 70 ton kotoran dari petani peserta.

“Petani tidak boleh menunda untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, stok yang harus disiapkan di berbagai toko di Merauke minimal 10 ton per pupuk, tahun-tahun sebelumnya, banyak petani yang kesulitan mencari pupuk karena alokasinya terbatas. bendahara sedang mencari petani “Mengapa petani belum menerimanya? Kami akan terus menyalurkan pupuk bersubsidi hingga 31 Desember 2024,” kata Sukodim.

Lebih lanjut Pak Sukodi menjelaskan, hingga saat ini realisasi penyaluran kompos di Kecamatan Meruk telah mencapai 11.232 ton dengan rincian, pupuk Urea sebanyak 4.159 ton dari alokasi 8.661 ton (atau mencapai 48 persen) dan NPk Ponsaka sebanyak 7.073 ton dari alokasi 8.661 ton (atau mencapai 48 persen). hibah sebesar 15.500. persentase).

“Masih banyak sisa kursi. Alhamdulillah di Kabupaten Merauke tahun ini tidak ada kabar kekurangan pupuk atau kekurangan pupuk,” ujarnya.

Read More : Nasib Indra Sjafri sebagai Pelatih Timnas U-20 Ditentukan Besok

Ia pun memastikan, pada 1 Januari 2025, penyaluran pupuk bersubsidi di Merauke sudah bisa beroperasi. Pada bulan ini dipastikan distributor membuat janji di kios dan menandatangani surat perjanjian jual beli (SPJB) dengan kios, sehingga pupuk yang didukung di awal tahun dapat didistribusikan dari kios hingga para petani. Ia menambahkan, libur Natal dan Tahun Baru tidak akan mengganggu pelayanan distribusi pupuk.

“Jumlah tempat tahun 2025 di Merauke hampir sama, hanya berkurang sedikit di bawah 100 ton, jadi harapannya kalau mulai awal Januari kita bisa memanfaatkan momentum ini. Apalagi ada lahannya. optimalisasi Proyek ini ditargetkan mencapai 40.000 hektare dan pembukaan lahan baru,” kata Sukodim.

Ia juga menghimbau para petani Merauke untuk meningkatkan pembayaran kembali pupuk bersubsidi pada tahun 2025 agar tujuan swasembada dapat tercapai. Selain itu, pemerintah telah menyederhanakan sistem penukaran, dimana petani yang terdaftar dapat melakukan penukaran menggunakan kartu petani, iPuber atau cukup dengan mendapatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). 

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Hortikultura Kabupaten Merauke Josefa Louise Rumaseuw mengapresiasi proyek Tebus Bersama karena merupakan bentuk kerja sama Pupuk Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Merauke untuk mengoptimalkan pencairan subsidi. Kotoran.

“Saat ini petani sudah mulai menanam, banyak petani yang sudah membajak lahan dan siap menanam, artinya bisa memanfaatkan tanah lebih banyak. Mudah-mudahan bisa mencapai 75 sampai 80 persen,” kata Josefa.

Ia pun mengajak para petani untuk segera mengambil pupuk bersubsidi di Pupuk Indo yang telah disiapkan. Pemerintah juga telah memberikan banyak fasilitas pada sistem distribusinya.

“Menteri Pertanian telah memutus rantai yang sudah ada sejak lama dalam sistem distribusi pupuk. Untuk menerima subsidi, gubernur dan gubernur/wali kota tidak perlu mengeluarkan surat keputusan (SK) sehingga siap untuk didistribusikan. pada 1 Januari,” katanya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *