Kuala Lumpur, Beritasatu.com – Hasil survei terbaru yang diterbitkan lembaga penelitian independen Merdeka Center menunjukkan, perasaan masyarakat Malaysia terhadap Perdana Menteri Anwar Ibrahim meningkat di tahun kedua pemerintahannya. Banyak warga kini percaya bahwa Malaysia bergerak ke arah yang benar di bawah pemerintahannya.
Read More : Peduli Kesejahteraan Masyarakat, Karyawan Pegadaian Sukses Gelar Program Mengetuk Pintu Langit di Sumbagsel
Pada akhir November 2024, 39% responden mengatakan Malaysia bergerak ke arah yang benar, naik dari 36% pada November 2023.
Opini publik Malaysia menunjukkan perbaikan bertahap setelah periode negatif yang panjang, meski sentimen negatif masih tinggi, demikian laporan Merdeka Center yang dirilis Senin (23/12/2024).
Survei tersebut melibatkan 1.207 pemilih terdaftar dari berbagai latar belakang dan agama, termasuk 52% Melayu, 29% Tionghoa, 7% India, dan 6% bumiputera Muslim dan non-Muslim.
Selain meningkatkan opini publik Malaysia, peringkat persetujuan terhadap Anwar naik menjadi 54% pada tahun kedua pemerintahannya. Angka ini lebih tinggi empat poin dibandingkan tahun lalu.
Sementara itu, jumlah responden yang tidak puas dengan pekerjaannya turun menjadi 39% dibandingkan 43% pada tahun lalu.
Namun, 53% responden masih merasa bahwa Malaysia berada di jalur yang salah, dan hampir separuhnya menyebutkan masalah ekonomi sebagai alasan utamanya. Kekhawatiran terhadap mahalnya biaya hidup, lemahnya nilai tukar ringgit, dan minimnya pendapatan menjadi alasan utama ketidakpuasan masyarakat.
Ibrahim Suffian, Direktur Program Merdeka Center, mengatakan meski pendapatan masyarakat perlahan meningkat pasca pandemi Covid-19, namun kenaikan harga barang dan jasa masih menjadi tekanan besar bagi warga.
“Janji-janji investasi yang disampaikan selama kunjungan Perdana Menteri ke luar negeri akan membutuhkan waktu untuk dipenuhi dan dikomunikasikan langsung kepada masyarakat,” jelas Ibrahim.
Read More : Ini Negara dan Organisasi yang Masuk Daftar Hitam PBB Pelanggar Hak Anak
Dalam postingan Facebook bertajuk “Sorotan 2024: Ekonomi Tumbuh, Ekonomi Kuat”, Anwar memaparkan pencapaian pemerintahannya. Dia mencontohkan investasi digital senilai 254,7 miliar rand (56,7 miliar dolar) diperkirakan akan menciptakan 159.000 lapangan kerja baru.
New Business Master Plan 2030 juga direkomendasikan untuk meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB sebesar 4,7% atau RM 4,2 miliar.
Namun, mayoritas responden survei masih mengkhawatirkan keadaan perekonomian. Mereka menyebutkan permasalahan seperti disfungsi pemerintahan, lemahnya kepemimpinan, dan meningkatnya politisasi sebagai tantangan lainnya.
Anwar Ibrahim dinilai berhasil meningkatkan citra Malaysia di kancah internasional, terutama dalam mendorong keanggotaan penuh BRICS dan menyampaikan pandangan terkait konflik Gaza.
“Datuk Seri Anwar sangat vokal, baik soal geopolitik maupun ekonomi luar negeri. Ini memberikan pandangan positif meski tantangan dalam negeri masih ada,” kata Azmi Hassan, peneliti senior Akademi Riset Strategis Nusantara tentang persepsi masyarakat Malaysia terhadap Anwar. Ibrahim.